Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai (BLT-DD) Di Desa Woro Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro
Implementation of the Direct Cash Assistance Policy (BLT-DD) is the village head in Woro Village, Kepohbaru District, Bojonegoro.
A B S T R A K
Ahmad Awaludin. 21040674450. “Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Woro Kecamatan Kepohbaru kabupaten Bojonegoro”. Skripsi. Bojonegoro: Universitas Negeri Surabaya Jurusan Administrasi Negara. Juli, 2019.
Bantuan Lansung Tunai adalah bantuan langsung yang dilakukan oleh pemerintah berupa sejumlah uang tertentu yang diperuntukan kepada keluarga penerima manfaat. Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengetahui bagaimana implementasi kebijakan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada masyarakat miskin yang terdampak Covid-19 di Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. 2). Mengetahui apa saja faktor pendukung keberhasilam dalam pelaksanaan kebijakan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) pada masyarakat miskin yang terdampak Covid-19 di Desa Woro, Kecamatan, Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro.
Penelitian ini menggunakan metode menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan maksud untuk memberikan gambaran mengenai kondisi sebenarnya dengan jelas terhadap fenomena atau peristiwa yang terjadi. teknik pengambilan sampel atau penentuan informan dengan cara purposive sampling, sumber data yang digunakan adalah data primer dan datasekunder. Teknik pengumpulan data dengan Wawancara, observasi dan dokumentasi, Untuk menguji validitas data kualitatif dengan Triangulasi sedangkan tehnik analisis data menggunakan teknik analisis menurut Miles Huberman, and Saldana (2014) analisis data terdiri dari kondensasi data (data condensation), penyajian data (data display), dan kesimpulan atau verifikasi (conclusion drawing/ verification).
Hasil Penelitian ini adalah Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dijelaskan di atas dengan mengacu pada teori implementasi dari Ripley dan Franklin (1986) maka dapat disimpulkan bahwa dari aspek Compliance (kepatuhan) implementasi Program BLT Dana Desa di Desa Woro Kecamatan Kepohbaru dalam pelaksanaannya sudah dipahami implementor sesuai dengan pedoman dan peraturan yang ada baik petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Dalam implementasi program BLT Dana Desa sosialisasi sudah dipahami dan implementor dengan cukup baik. Hal ini dilihat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang melakukan sosialisasi kepada semua Camat dan Kepala Desa di seluruh Kabupaten Bojonegoro. Dari Implementasi program BLT Dana Desa di Desa Woro Kecamatan Kepohbaru tersebut terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program BLT Dana Desa yaitu dilihat dari sisi komunikasi bahwa adanya transmisi dan kejelasan komunikasi menjadi faktor pendorong. Dari aspek sumber daya, jumlah pegawai yang sudah memadai dengan wewenang dan kecakapan serta adanya fasilitas yang cukup lengkap menjadikan pelaksanaan program berjalan seperti yang diharapkan, begitu juga dari sisi struktur birokrasi yaitu adanya SOP atau pedoman yang digunakan.
Kata Kunci : Implementasi, Program, BLT DD
ABSTRACT
Ahmad Awaluddin. 21040674450. Implementation of the Direct Cash Assistance Policy (BLT-DD) is the village head in Woro Village, Kepohbaru District. Thesis. Bojonegoro: State University of Surabaya, Department of State Administration. July, 2019.
The aims of this research are 1). To find out how the policy implementation of the Village Fund Direct Cash Assistance (BLT-DD) program for the poor affected by Covid-19 in Woro Village, Kepohbaru District, Bojonegoro Regency. 2). To find out what are the supporting factors for success in implementing the Village Fund Direct Cash Assistance (BLT-DD) program policy for the poor affected by Covid-19 in Woro Village, District, Kepohbaru, Bojonegoro Regency.
This study uses a method using a qualitative descriptive research type, with the intention to provide a clear picture of the actual conditions of the phenomena or events that occur. sampling technique or determination of informants by means of purposive sampling, data sources used are primary data and secondary data. Data collection techniques using interviews, observation and documentation, to test the validity of qualitative data with triangulation while data analysis techniques use analysis techniques according to Miles Huberman, and Saldana (2014) data analysis consists of data condensation (data condensation), data presentation (data display). , and conclusions or verification (conclusion drawing/verification).
The results of this study are based on the results of the research and discussion described above with reference to the implementation theory of Ripley and Franklin (1986), it can be concluded that from the aspect of compliance, the implementation of the Village Fund BLT Program in Woro Village, Kepohbaru District, has been understood in its implementation. the implementer is in accordance with the existing guidelines and regulations, both implementation guidelines (juklak) and technical guidelines (juknis). In the implementation of the Village Fund BLT program, socialization has been understood and implemented quite well. This can be seen from the Community and Village Empowerment Service (DPMD) which conducts outreach to all Camats and Village Heads throughout Bojonegoro Regency. From the implementation of the Village Fund BLT program in Woro Village, Kepohbaru District, there were several factors that influenced the successful implementation of the Village Fund BLT program, namely from a communication perspective, transmission and clarity of communication were the driving factors. From the aspect of resources, the number of employees who are sufficient with the authority and skills as well as the availability of facilities that are quite complete make the implementation of the program run as expected, as well as in terms of bureaucratic structure, namely the existence of SOPs or guidelines used.
Keywords: BLT DD, Policy, implementation theory