PENGARUH PENAMBAHAN ALUMUNIUM SLAG DAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) PADA CAMPURAN ASPAL LAPIS AUS
ALUMINIUM SLAG AND BUTON GRANULAR ASPHALT ADDITION EFFECT ON ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE MIXTURE
Jalan merupakan sarana transportasi darat mempunyai manfaat pada aktivitas manusia. Desain perkerasan jalan ditentukan oleh ketahanan perkerasan jalan terhadap repetisi beban lalu lintas dan kondisi lingkungan. Perkerasan lentur (aspal) merupakan pilihan utama yang digunakan di Indonesia. Pembuatan jalan membutuhkan bahan bitumen dan agregat dalam jumlah besar. Mengingat tingginya harga bitumen yang diimpor dari negara lain, mendorong penggunaan aspal alam lokal yaitu Buton Granular Asphalt (BGA) Selain itu penggunaan limbah aluminium slag sebagai material alternatif turut menjadi solusi menumpuknya limbah dan ketersediaan bahan alami yang terus menurun. Terdapat langkah-langkah pada studi ini berawal dari persiapan alat serta bahan, kemudian memeriksa sifat fisis material yang dipergunakan, penyusunan rencana kombinasi aspal beton, kemudian membuat barang uji mempergunakan variasi kandungan aspal yakni 4,6%; 5,1%; 5,6%; 6,1%; serta 6,6% guna berikutnya diperoleh kadar aspal optimum (KAO). 0,6% dari kadar aspal yang digunakan untuk masing-masing variasi bersumber dari Buton Granular Aspal (BGA). Aluminium slag sebagai filler digunakan sebanyak 2% di setiap campuran aspal beton. Dari hasil penelitian ini didapat kadar aspal optimum (KAO) 6,1% dengan parameter Marshall guna aspal beton lapis aus (ACWC) tercukupi seluruhnya kecuali kelelehan (flow), yaitu nilai stabilitas 1190,23 kg; kelelehan 1,04 mm; VIM 4,75%; VAM 16,62%; VFA 70,77%; dan MQ 1149,98 kg/mm.
Roads are essential for land transportation, benefiting human activities significantly. In Indonesia, flexible pavement (asphalt) is the primary choice for road construction, which requires large amounts of bitumen and aggregate. Due to the high cost of imported bitumen, local natural asphalt, Buton Granular Asphalt (BGA), is being promoted. Additionally, aluminum slag waste is used as an alternative material to address waste accumulation and the declining availability of natural resources. This study involves preparing tools and materials, examining material properties, planning asphalt concrete mixes, and creating test specimens with asphalt contents of 4.6%, 5.1%, 5.6%, 6.1%, and 6.6% to determine the optimum asphalt content (OAC). Each mix includes 0.6% BGA and 2% aluminum slag as filler. The results show an OAC of 6.1%, with Marshall parameters for the asphalt concrete wearing course (ACWC) mostly met, except for flow. The values obtained are stability: 1190.23 kg, flow: 1.04 mm, VIM: 4.75%, VAM: 16.62%, VFA: 70.77%, and MQ: 1149.98 kg/mm. This research highlights the potential of BGA and aluminum slag in sustainable road construction.