Inovasi Motif Batik Tulis pada Souvenir yang Berdampak kepada Ekonomi Kreatif Budaya Lokal Petik Laut Kabupaten Situbondo.
Innovation of Batik Tulis Motifs on Souvenirs that Impact the Creative Economy of Local Culture Petik Laut in Situbondo Regency.
Pada penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya inovasi batik tulis yang ada di kabupaten Situbondo, karena selama ini batik tulis yang ada di kabupaten Situbondo hanya berkaitan dengan hasil laut saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan motif batik tulis pada tas souvenir yang dapat dijadikan sebagai media pelestarian budaya lokal petik laut yang ada di Desa Kilensari Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo. Proses pengembangan ini mengacu pada model pengembangan produk menurut ADDIE, dimana pada prosedur pengembangan ADDIE memiliki 4 tahapan yakni Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation oleh Branch. Hasil penelitian pengembangan ini merupakan produk yang berdampak positif kepada industri kreatif masyarakat sekitar dan bermanfaat pada bidang pendidikan nonformal yaitu meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang budaya lokal petik laut yang ada di kabupaten Situbondo melalui produk pengembangan, selain menampilkan produk tas batik tulis dengan motif budaya lokal petik laut, produk ini dilengkapi dengan qr code yang dapat diakses oleh pengguna menggunakan gawai untuk melihat arti dari motif yang terdapat di setiap produk. Pada proses pengembangannya, penelitian pengembangan ini diawali dengan proses analisis dengan melakukan wawancara, observasi, dan tinjauan pustaka untuk mendapatkan data. Setelah melakukan analisis dilanjutkan dengan tahap desain produk meliputi pembuatan desain motif batik dan desain produk tas. Penilaian kualitas dari produk yang dikembangkan diuji oleh validator ahli desain produk, validator ahli budaya batik, dan validator ahli kewirausahaan yang menentukan kualitas produk dengan teori kualitas produk. Dengan teori tersebut, kualitas dari produk mendapat skor 46 dengan persentase 95,8 %, maka dari itu produk telah layak untuk digunakan tanpa adanya revisi. Penilaian kepraktisan dari produk pengembangan ini diuji dengan teori sampling non-probabilitas yang melibatkan individu dengan usia remaja akhir (17-21 tahun), dewasa Awal (18-40 tahun), dewasa madya (40-60 tahun . Dengan teori tersebut mendapatkan skor 306 dengan persentase 98%. Mengacu pada tabel penilaian, skor ini dikategorikan dengan rentan skor 81% - 100%, berarti produk yang dibuat layak digunakan tanpa revisi. Dengan demikian, penelitian pengembangan batik tulis pada tas souvenir sebagai media pelestarian budaya lokal petik laut Kabupaten Situbondo dinyatakan layak, berkualitas, dan praktis untuk dijadikan souvenir daerah setempat. Selain itu, hasil produk penelitian ini dapat digunakan sebagai media promosi dan branding dari Kabupaten Situbondo, serta memiliki nilai jual, tanpa meninggalkan aspek estetika dan budaya yang merepresentasikan identitas daerah.
This research was motivated by the lack of innovation batik tulis in Situbondo Regency, as batik tulis in Situbondo Regency has only been related to marine products. This study aims to develop batik tulis motifs on souvenir bags that can be used as a medium for preserving the local marine culture in Kilensari Village, Panarukan District, Situbondo Regency. This development process refers to the ADDIE product development model, which consists of four stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation by Branch. The results of this development research are products that have a positive impact on the creative industries of the surrounding community and are useful in the field of non-formal education, namely increasing public knowledge about the local culture petik laut in Situbondo Regency through development products. In addition to displaying batik tulis bags with local cultural petik laut motifs, these products are equipped with QR codes that can be accessed by users using devices to see the meaning of the motifs on each product. In the development process, this research began with an analysis process involving interviews, observations, and literature reviews to obtain data. After the analysis, it continued with the product design stage, which included the creation of batik motif designs and bag product designs. The quality assessment of the developed product was tested by product design experts, batik culture experts, and entrepreneurship experts who determined the quality of the product using product quality theory. Using this theory, the product received a score of 46 with a percentage of 95.8%, meaning that the product is suitable for use without any revisions. The practicality of this product development is tested using non-probability sampling theory involving individuals in their late teens (17-21 years old), early adulthood (18-40 years old), and middle adulthood (40-60 years old). Using this theory, the product scores 306 with a percentage of 98%. Referring to the assessment table, this score is categorized as 81% - 100%, meaning that the product is suitable for use without revision. Thus, the research on the development of hand-drawn batik on souvenir bags as a medium for preserving the local culture of sea fishing in Situbondo Regency is declared feasible, high-quality, and practical to be used as local souvenirs. Additionally, the research product can be used as a promotional and branding for Situbondo Regency, possessing market value while maintaining aesthetic and cultural aspects that represent the region's identity.