Hubungan Efikasi Diri dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir
The Relationship between Self-Efficacy and Academic Procrastination in Final Year Students
Latar Belakang: Prokrastinasi akademik merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa tingkat akhir dalam proses penyelesaian tugas akhir. Perilaku menunda pengerjaan tugas akademik dapat menghambat penyelesaian studi serta berdampak pada pencapaian akademik mahasiswa. Salah satu faktor internal yang diduga berhubungan dengan prokrastinasi akademik adalah efikasi diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 149 mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas X yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) yang telah dimodifikasi sesuai konteks mahasiswa tingkat akhir dan Skala Prokrastinasi Akademik berdasarkan teori Ferrari yang juga dimodifikasi. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik; Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah tingkat prokrastinasi akademiknya. Sebaliknya, mahasiswa dengan efikasi diri rendah cenderung memiliki tingkat prokrastinasi akademik yang lebih tinggi. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam menurunkan perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir.
Background: Academic procrastination is one of the common problems experienced by final-year students during the completion of their final academic projects. Delaying academic tasks may hinder study completion and negatively affect students' academic achievement. One of the internal factors assumed to be associated with academic procrastination is self-efficacy. Objective: This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and academic procrastination among final-year university students. Method: This study employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 149 final-year students from the Faculty of Psychology at University X, selected using a total sampling technique. The instruments used were the modified General Self-Efficacy Scale (GSES) adapted to the context of final-year students and an Academic Procrastination Scale based on Ferrari’s theory. Data were analyzed using Spearman’s rho correlation. Results: The results revealed a significant negative relationship between self-efficacy and academic procrastination (r = -0.550; p < 0.001). Conclusion: These findings indicate that students with higher levels of self-efficacy tend to exhibit lower levels of academic procrastination. Conversely, students with lower self-efficacy are more likely to engage in academic procrastination. The findings suggest that self-efficacy is an important psychological factor that contributes to reducing academic procrastination among final-year students.