Anak Terlantar: Mediasi Psychological Capital dalam Hubungan antara Physical Activity dan Social Media Use
Abandoned Children: Mediation of Psychological Capital on the Relationship between Physical Activity and Social Media Use
Pendahuluan: Tujuan ketiga dan kesepuluh dari SDGs adalah mencapai kehidupan yang sehat dan sejahtera (sehat fisik, mental, dan sosial) serta mengurangi kesenjangan. Oleh karena itu, aktivitas fisik, penggunaan media sosial, dan modal psikologis pada anak-anak terlantar, sebagai kelompok minoritas, juga memiliki tempat dalam tujuan pembangunan kesenjangan.
Tujuan: Untuk menentukan bagaimana penggunaan media sosial dan aktivitas fisik berhubungan dengan anak-anak terlantar, dengan menggunakan modal psikologis sebagai variabel mediasi.
Metodologi: Tes korelasi dan analisis jalur digunakan dengan 201 anak terlantar (105 laki-laki dan 96 perempuan). Aktivitas fisik anak-anak terlantar dinilai. Penggunaan media sosial, intensitas penggunaan media sosial, dan modal psikologis dievaluasi. Kuesioner Modal Psikologis digunakan untuk memeriksa data.
Hasil: Anak-anak terlantar yang diteliti memiliki aktivitas fisik yang tinggi (50%), penggunaan media sosial yang tinggi (93%), dan modal psikologis yang tinggi (88%). Penggunaan media sosial dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan (β=0,629, p<0,001). Mediasi aktivitas fisik dan penggunaan media sosial menunjukkan bahwa modal psikologis memiliki efek positif (p<0,001).
Kesimpulan: Aktivitas fisik berkorelasi dengan penggunaan media sosial, dan modal psikologis juga memiliki efek mediasi yang signifikan serta dapat memprediksi aktivitas fisik dan kecanduan media sosial.
Introduction: The third and tenth goals of the SDGs are to achieve healthy and prosperous lives (physically, mentally, and socially healthy) and reduce inequality. Therefore, physical activity, social media use, and psychological capital in abandoned children, as a minority group, also have a place in the development goal of inequality. Objective: To determine how social media use and physical activity relate to abandoned children, using psychological capital as a mediating variable.
Methodology: Correlation tests and path analysis methods were used with 201 left-behind children (105 boys and 96 girls). Physical activity for left-behind children was assessed. Social media use, intensity of social media use, and psychological capital were evaluated. The Psychological Capital Questionnaire was used to examine the data.
Results: Children who had been abandoned fell into the high physical activity (50%), high social media use (93%), and high psychological capital (88%) categories. Social media use and physical activity had a significant relationship (β=0.629, p<0.001). The mediation of physical activity and social media use showed that psychological capital had a positive effect (p<0.001).
Conclusions: Physical activity is correlated with social media use, and psychological capital also has a significant mediating effect and can predict physical activity and social media addiction.