Interferensi Bahasa Arab ke Dalam Bahasa Indonesia Siswa Kelas 11 Program Keagamaan MAN 1 Probolinggo
Arabic Language Interference into Indonesian Language of Grade 11 Students of Religious Program MAN 1 Probolinggo
Interferensi bahasa adalah fenomena linguistik yang terjadi akibat kontak intens antara dua bahasa, yang menyebabkan masuknya elemen satu bahasa ke dalam bahasa lain. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, terutama di madrasah aliyah, kontak antara bahasa Arab dan bahasa Indonesia kerap terjadi, mengingat intensitas penggunaan bahasa Arab dalam pembelajaran keagamaan. Pada program keagamaan seperti yang ada di MAN 1 Probolinggo, bahasa Arab diajarkan sebagai bahasa utama untuk memahami ajaran Islam, seperti Al-Qur'an, Hadits, dan ilmu fikih, sehingga menjadi bagian integral dari aktivitas belajar-mengajar siswa. Bahasa Arab memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Siswa pada program keagamaan di madrasah aliyah, seperti MAN 1 Probolinggo, memiliki paparan yang intens terhadap bahasa Arab, baik melalui materi ajar, praktik ibadah, maupun interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Fenomena ini membuka peluang terjadinya interferensi bahasa, yaitu masuknya unsur bahasa Arab ke dalam penggunaan bahasa Indonesia. Dalam konteks morfologi dan sintaksis, siswa mungkin menggunakan struktur kalimat bahasa Arab dalam bahasa Indonesia, seperti penempatan kata kerja sebelum subjek atau penggunaan kata ganti yang dipengaruhi oleh bahasa Arab. Penggunaan kata-kata bahasa Arab secara langsung dalam bahasa Indonesia, tanpa menerjemahkan atau menyesuaikan dengan konteks bahasa Indonesia, sering terjadi, terutama dalam istilah istilah keagamaan. Kata kunci: Interferensi, Fonologis, Morfologis.
Language interference is a linguistic phenomenon that occurs due to intense contact between two languages, which causes elements of one language to enter the other language. In the context of education in Indonesia, especially in Islamic high schools, contact between Arabic and Indonesian often occurs, considering the intensity of the use of Arabic in religious learning. In religious programs such as those at MAN 1 Probolinggo, Arabic is taught as the main language to understand Islamic teachings, such as the Qur'an, Hadith, and Islamic jurisprudence, so that it becomes an integral part of students teaching and learning activities. Arabic has a significant influence on the development of the Indonesian language. Students in religious programs at Islamic high schools, such as MAN 1 Probolinggo, have intense exposure to Arabic, both through teaching materials, worship practices, and daily interactions in the school environment. This phenomenon opens up opportunities for language interference, namely the entry of Arabic elements into the use of Indonesian. In the context of morphology and syntax, students may use Arabic sentence structures in Indonesian, such as placing verbs before subjects or using pronouns that are influenced by Arabic. The use of Arabic words directly in Indonesian, without translating or adjusting to the Indonesian context, often occurs, especially in religious terms. Keywords: Interference, Phonology, and Morphology.