Digital Library
Perpustakaan Universitas Negeri Surabaya
Home
Login
Hub. Kami
Statistik
Tipe Dokumen
- Pilih -
Disertasi
Karya Akhir S1
Karya Akhir S2
Karya Akhir S3
Skripsi
Tesis
Tugas Akhir D3
Tugas Akhir D4
Fakultas
- Pilih -
Fak. Ilmu Pendidikan
Fak. Bahasa & Seni
Fak. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fak. Ilmu Sosial & Hukum
Fak. Teknik
Fak. Ekonomi
Pasca Sarjana
Fak. Vokasi
Fak. Ekonomi
Fak. Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
Judul
Penulis
Search
Advanced Search
Jenis Dokumen
Disertasi
Karya Akhir S1
Karya Akhir S2
Karya Akhir S3
Skripsi
Tesis
Tugas Akhir D3
Tugas Akhir D4
Fakultas
Ilmu Pendidikan
Bahasa & Seni
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Ilmu Sosial & Politik
Hukum
Psikologi
Teknik
Ekonomika dan Bisnis
Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
Vokasi
Pascasarjana
Analisis Kapasitas Lintas Jalan Rel Petak Jalan Wonokromo - Mojokerto
Kode Dokumen
:
0011/VOKASI-V-TRANS/2025
Penulis Utama
:
PRIYOGA PERMADI
NIM Penulis Utama
:
20051427025
Tahun
:
2025
Judul ID
:
Analisis Kapasitas Lintas Jalan Rel Petak Jalan Wonokromo - Mojokerto
Judul EN
:
Capacity Analysis of the Wonokromo - Mojokerto Railway Section
Sumber
:
UNESA - Fakultas Vokasi - Jurusan D4 Transportasi - 20051427025 - 2025
Jenis Dokumen
:
Tugas Akhir D4
Abstrak ID
:
Kereta api merupakan salah satu moda transportasi umum yang sudah menjadi bagian dari kehidupan mobilitas masyarakat Indonesia. Dari tahun ke tahun pengguna layanan kereta api mengalami peningkatan. Peningkatan perjalanan pengguna kereta api tersebut harus diimbangi oleh peningkatan prasarana jalan rel. Salah satu upaya peningkatan prasarana jalan rel juga telah dilakukan di petak jalan Wonokromo – Mojokerto dengan dibangunnya jalur ganda. Maka daripada itu, dengan adanya perubahan jalur tersebut perlu untuk dilakukan sebuah analisa kapasitas lintas baik untuk kondisi eksisting atau untuk kondisi
full double track
.
Penelitian pada tugas akhir ini menggunakan metode analisa dari Uned Supriadi. Tahapan analisa yang dilakukan adalah mengumpulkan data primer dan sekunder, analisa
headway
, dan analisa kapasitas lintas. Analisa
headway
dan kapasitas lintas tersebut dihitung berdasarkan pada dua kondisi, yaitu kondisi eksisting dan
full double track
. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai rata – rata
headway
dan kapasitas lintas kondisi eksisting lebih kecil dibandingkan pada kondisi
full doubel track
.
Data hasil analisa
headway
kondisi eksisting diperoleh nilai rata – rata 7,27 menit, sedangkan kondisi
full double track
memiliki rata – rata 6,22 menit. Hasil analisa kapasitas lintas kondisi eksisting diperoleh nilai rata – rata 272 ka/hari, sedangkan rata – rata kapasitas lintas kondisi
full double track
346 ka/hari. Berdasarkan dari hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa perubahan jalur tunggal menjadi jalur ganda merupakan opsi yang sangat tepat karena dapat memberikan pelayanan perjalanan kereta api yang lebih optimal.
Abstrak EN
:
Trains are one of the modes of public transportation that have become part of the mobility life of the Indonesian people. From year to year, railroad service users have increased. The increase in rail user trips must be balanced by an increase in railroad infrastructure. One of the efforts to improve railroad infrastructure has also been carried out on the Wonokromo - Mojokerto road plot with the construction of a double track. Therefore, with the change in the path, it is necessary to analyze the traffic capacity either for existing conditions or for full double track conditions.
The research in this final project uses the analysis method of Uned Supriadi. The stages of analysis are collecting primary and secondary data, headway analysis, and traffic capacity analysis. Analysis of headway and traffic capacity is calculated based on two conditions, namely existing conditions and full double track. The results of the analysis show that the average value of headway and traffic capacity in existing conditions is smaller than in full double track conditions.
The data from the headway analysis of existing conditions obtained an average value of 7.27 minutes, while the full double track condition has an average of 6.22 minutes. The results of the cross capacity analysis of existing conditions obtained an average value of 272 ka / day, while the average cross capacity of full double track conditions is 346 ka / day. Based on the results of the analysis, it can be concluded that changing the single track to double track is a very appropriate option because it can provide more optimal train travel services.
Link Artikel
File Abstrak
File Lampiran