PERBEDAAN KONSUMSI PANGAN SUMBER PENGHAMBAT DAN PELANCAR PENYERAPAN ZAT BESI PADA REMAJA PUTRI ANEMIA DAN NON ANEMIA DI SMAN 1 TRENGGALEK
DIFFERENCES IN FOOD CONSUMPTION SOURCES OF INHIBITORS AND FACILITATORS OF IRON ABSORPTION IN ANEMIC AN NON ANEMIC ADOLESCENT GIRLS AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 TRENGGALEK
Anemia adalah keadaan di mana masa hemoglobin dan masa eritrosit yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya sebagai penyedia oksigen bagi jaringan tubuh. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan konsumsi yang tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan konsumsi pangan sumber penghambat zat besi serta perbedaan pangan sumber pelancar penyerap zat besi pada remaja putri anemia dan non anemia di SMAN 1 Trenggalek.
Jenis penelitian ini adalah case control atau didasarkan pada penyakit yang diderita oleh responden penelitian dengan rancangan yang digunakan adalah observasional analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data identitas sampel melalui kuisioner, data pangan sumber penghambat (inhibitor) dan pelancar (enhancer) melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ) jenis Semi Quantitative FFQ (SQFFQ), dan kadar Hb menggunkan Easy Touch GCHB Meter. Analisis data yang digunakkan adalah Uji T-Test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan dari dua sampel.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa perbedaan konsumsi pangan sumber penghambat dan pelancar zat besi berpengaruh pada kondisi remaja putri SMAN 1 Trenggalek dimana siswi yang seringkali konsumsi makanan dan minuman yang tergolong pada tipe penghambat (inhibitor), seperti (kopi dan teh) akan terindikasi anemia. Sedangkan siswi yang mengonsumsi makanan dan minuman sehat, protein hewani yang cukup serta vitamin C seperti (buah jeruk,mangga dan papaya) pada tubuh terpenuhi bisa dapat terhindar dari gejala anemia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sumber penghambat dan pelancar penyerapan zat besi pada remaja putri anemia dan non anemia di SMAN 1 Trenggalek.
Kata Kunci : Sumber Pangan, Zat Besi, Anemia
Anemia is a condition where the hemoglobin mass and the circulating erythrocyte mass cannot fulfill their function as oxygen providers for body tissues. This is caused by irregular consumption habits. The purpose of this study was to determine the difference in food consumption of iron inhibiting sources and the difference in food sources of iron absorbing facilitators in anemic and non-anemic adolescent girls at SMAN 1 Trenggalek.
This type of research is case control or based on diseases suffered by research respondents with the design used is analytical observations. Data collection techniques were carried out by collecting sample identity data through questionnaires, food data on inhibitor and enhancer sources through Food Frequency Questionnaire (FFQ) type Semi Quantitative FFQ (SQFFQ), and Hb levels using Easy Touch GCHB Meter. The data analysis used is the T-Test test to determine whether there is a significant difference between the two samples.
The results of the study stated that differences in food consumption of iron inhibitors and facilitators affect the condition of adolescent girls of SMAN 1 Trenggalek where students who often consume foods and drinks that are classified as inhibitors, such as (coffee and tea) will be indicated anemia. While schoolgirls who consume healthy foods and drinks, sufficient animal protein and vitamin C such as (citrus fruits, mangoes and papayas) in the body are fulfilled can avoid symptoms of anemia. So it can be concluded that there are differences in sources of inhibitors and facilitators of iron absorption in anemic and non-anemic adolescent girls at SMAN 1 Trenggalek.
Keywords: Food Source, Iron, Anemia