CRITICAL THINKING SKILLS OF HIGH SCHOOL STUDENTS IN COLLABORATIVE MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING
Teori sosiokultural Vygotsky menyatakan bahwa interaksi sosial akan membentuk dan mengubah cara berpikir seseorang. Termasuk pengembangan keterampilan berpikir kritis seseorang. Penyelesaian masalah kolaboratif merupakan aktivitas yang menekankan adanya interaksi (proses komunikasi antar individu dalam suatu kelompok yang dapat mempengaruhi satu sama lain) dan aktivitas penyelesaian masalah yang memerlukan keterampilan berpikir kritis pada setiap tahapannya. Penelitian yang mengungkap keterampilan berpikir kritis siswa ketika menyelesaikan masalah secara kolaboratif masih jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis siswa SMA dalam penyelesaian masalah kolaboratif matematika pada kelompok kemampuan matematika homogen dan heterogen. Kelompok homogen terdiri dari dua siswa kemampuan matematika tinggi (TT) dan dua siswa kemampuan matematika sedang (SS). Kelompok heterogen terdiri atas siswa kemampuan matematika tinggi-sedang (TS) dan siswa kemampuan matematika tinggi-rendah (TR). Setiap kelompok diberikan tugas fungsi kuadrat untuk diselesaikan secara kolaboratif. Aktivitas penyelesaian masalah direkam, lembar kerja dikumpulkan, dan wawancara berbasis tugas dilakukan untuk memperoleh data keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas lima indikator yaitu analysis, synthesis, argumentation, evaluation, dan self-regulation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa ketika menyelesaikan masalah secara kolaboratif muncul dalam dua kondisi yaitu ketika bekerja secara mandiri (individual space) dan ketika berinteraksi dengan rekan dalam satu kelompok (collaborative space). Keterampilan berpikir kritis siswa dalam individual space menghasilkan suatu pemikiran yang selanjutnya dibawa ke collaborative space dan selanjutnya memicu rekannya melakukan penilaian dan mengembangkan pemikiran dalam rangka menemukan kesepakatan atas solusi dari masalah yang diberikan. Dengan demikian, keterampilan berpikir kritis siswa ketika individual space dipicu oleh permasalahan yang diberikan. Sedangkan keterampilan berpikir kritis siswa ketika collaborative space dipicu oleh permasalahan yang diberikan dan hasil pemikiran rekan dalam satu kelompok.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Fungsi Kuadrat, Kolaboratif, Matematika, Penyelesaian Masalah.
Vygotsky's sociocultural theory states that social interactions will shape and change a person's thinking, including developing critical thinking skills. Collaborative problem-solving is an activity that emphasizes interaction (the process of communication between individuals in a group that can influence each other) and problem-solving activities that require critical thinking skills at each stage. Research that reveals students' critical thinking skills when solving problems collaboratively is still rare. This research aims to describe the critical thinking skills of high school students in solving collaborative mathematics problems in homogeneous and heterogeneous mathematics ability groups. The homogeneous group consisted of two students with high mathematics ability (TT) and two with medium mathematics ability (SS). The heterogeneous group comprises students with high-medium mathematics (TS) and students with high-low mathematics ability (TR). Each group is given a quadratic function task to complete collaboratively. Problem-solving activities were recorded, worksheets were collected, and task-based interviews were conducted to obtain data on critical thinking skills consisting of five indicators: analysis, synthesis, argumentation, evaluation, and self-regulation. The research results show that students' critical thinking skills when solving problems collaboratively appear in two conditions: when working independently (individual space) and when interacting with colleagues in a group (collaborative space). Students' critical thinking skills in the individual space produce thoughts that are brought to the collaborative space and then trigger their colleagues to carry out assessments and develop thinking to find agreement on solutions to the problems given. Thus, students' critical thinking skills in individual spaces are triggered by the problems given. Meanwhile, students' critical thinking skills in collaborative space are triggered by the problems given and the results of colleagues' thinking in one group.
Keywords: Critical Thinking, Quadratic Function, Collaborative, Mathematics, Problem Solving