Integrasi Pemikiran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram dalam Pembelajaran IPS
The Integration of Ki Ageng Suryomentaram's Kawruh Jiwa Ideas in Social Studies Learning (IPS)
Pendidikan dan pembelajaran IPS yang berkualitas sesuai dengan capaian Tujuan Pendidikan Nasional, Education for Sustainable Development, serta Capaian 21st Century Skills pada siswa menjadi keniscayaan. Sejak bergemingnya Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), gagasan untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran mulai mencuat kembali sebagai sarana pengembangan dan mengatasi permasalahan pendidikan maupun pembelajaran IPS. Permasalahan yang menjadi sorotan dalam pembelajaran IPS adalah rendahnya performa diri siswa, yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan dalam proses pembelajaran IPS, serta kurangnya variasi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pengembangan pendidikan dan pembelajaran IPS yang dalam penelitian ini, pemikiran filsafat Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram menjadi fokus integrasi. Hanya ada sedikit penelitian yang berfokus pada integrasi pembelajaran IPS yang menggabungkan unsur Kawruh Jiwa sebagai pengembangan pendidikan dan pembelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami relevansi pemikiran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram dengan filsafat pendidikan modern sebagai landasan kurikulum pendidikan IPS, (2) mengetahui integrasi pemikiran Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi dokumen/teks. Sumber data penelitian ini adalah sumber primer dan sumber sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik seperti literature review, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Serta untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teori Adapun hasil penelitian ini mendapati bahwa Kawruh Jiwa memiliki relevansi dengan semua landasan filsafat pendidikan modern termasuk filsafat Ki Hajar Dewantara, serta Kawruh Jiwa juga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPS, baik sebagai sarana perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran (integrasi pada model, metode, strategi), hingga evaluasi pembelajaran.
The necessity for quality social studies education and learning (IPS) that is aligned with the National Education Goals, Education for Sustainable Development, and the competences of 21st Century Skills in students is indisputable. The implementation of the Merdeka Curriculum (IKM) has given rise to the re-emergence of the integration of local wisdom in the learning process as a means of addressing and overcoming challenges in social studies education and learning. The issue of concern in social studies education and learning is the substandard performance of students, which is attributed to an imbalance in the social studies learning process, as well as a paucity of variety in learning. Consequently, innovation is imperative in the development of social studies education and learning. In this research, the philosophy of Kawruh Jiwa, as propounded by Ki Ageng Suryomentaram, is identified as a pivotal element for integration. The paucity of research focusing on the integration of social studies learning that combines elements of Kawruh Jiwa as the development of social studies education and learning is a key finding. The present study aims to (1) understand the relevance of Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram's thought with modern education philosophy as the foundation of social studies education curriculum, (2) know the integration of Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram's thought in social studies learning. The present study employs a qualitative research approach, utilising a document/text study method. The research utilises both primary and secondary sources, with data collection employing a range of techniques, including literature review, documentation, and in-depth interviews. The analysis employs interactive data analysis techniques, as proposed by Miles and Huberman. The research findings indicate that Kawruh Jiwa holds significance across all the foundational principles of contemporary educational philosophy, including the philosophy of Ki Hajar Dewantara. Additionally, Kawruh Jiwa can be seamlessly integrated into social studies learning, functioning as a catalyst for learning planning and implementation (integration of models, methods, strategies), to learning evaluation.