NORA SEED'S INDIVIDUATION PROCESS IN MATT HAIG'S THE MIDNIGHT LIBRARY (2020)
Kepribadian manusia merupakan kompleksitas pengalaman yang mempengaruhi pemikiran, perilaku, emosi, dan interaksi. Pertumbuhan psikologis menjadi kebutuhan esensial untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Usaha untuk mencapai keutuhan dan keaslian adalah individuasi. Penelitian ini mengkaji proses individuasi yang digambarkan oleh Nora Seed di The Midnight Library (2020). Penelitian ini menggunakan konsep Carl Jung individuasi (2014) dengan menekankan pada peran ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif atau arketipe. Permasalahan psikologis tokoh utama adalah keputusasaan. Individuasi memainkan tahapan integrasi dengan menjelajahi ketidaksadaran, menghapuskan persona, menerima shadow, dan mengakui animus. Pada akhirnya, temuan mengungkap bagaimana proses individuasi Nora Seed di The Midnight Library dapat menciptakan pertumbuhan psikologis dari keputusasaan menuju keutuhan dan keaslian.
Human personality is a complex of experiences that influence thinking, behavior, emotions, and interactions. Psychological growth becomes an essential need to achieve a better quality of life. The way to achieve wholeness and authenticity is individuation. This research examines the individuation process described by Nora Seed in The Midnight Library (2020). The study uses Carl Jung's concept of individuation (2014) by emphasizing the role of the personal unconscious and collective unconscious or archetypes. The psychological problem of the protagonist's character is despair. Individuation plays the stages of integration by exploring the unconscious, unmasking the persona, accepting the shadow, and acknowledging the animus. Finally, the findings reveal how Nora Seed's individuation process in The Midnight Library can reveal psychological growth from despair to wholeness and authenticity.