Evaluasi Penerapan Asesmen Formatif pada Mata Pelajaran IPA SMP di Surabaya
Evaluation Of The Application Of Formative Assessment In Junior High School Science Subjects In Surabaya
Penggunaan asesmen formatif pada pembelajaran merupakan cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kualitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi penerapan asesmen formatif pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Metode penelitian yang digunakan campuran menggunakan desain the explanatory sequential. Populasi yang digunakan meliputi seluruh peserta didik kelas 7 sampai 9 dan guru IPA Sekolah Menengah Pertama di Surabaya. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru IPA dan peserta didik kelas 7 sampai 9 Sekolah Menengah Pertama Negeri 42 dan 62 Surabaya. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan diantaranya: (1) dari kegiatan pengumpulan informasi, pengolahan dan interpretasi informasi, serta bagian pengambilan tindakan (peer, self, dan feedback) secara berurutan: (a) hasil angket evaluasi penerapan asesmen formatif oleh guru IPA SMP N 24 sebesar 63,33%; 63,33%; dan 74,67%, sedangkan perolehan hasil yang didapat peserta didik mencakup subvariabel pengumpulan informasi sebesar 73,73% dan 64,27% pada subvariabel pengambilan tindakan dan (b) sedangkan perolehan dari guru IPA SMP N 62 sebesar 93,33%; 91,67%; dan 86,67%, serta perolehan hasil yang didapat peserta didik mencakup subvariabel pengumpulan informasi sebesar 70,33% dan 70,74% pada subvariabel pengambilan tindakan; dan (2) hambatan yang dihadapi oleh guru pada penerapan penilaian formatif dalam mata pelajaran IPA, diantaranya: (a) keterbatasan waktu dan ruang, (b) hanya tertuju pada peserta didik yang aktif, (c) tindak lanjut sebatas perbaikan dan belum sampai pada taraf pengambilan keputusan (remidial dan pengayaan) serta pengembangan strategi. Jadi dapat disimpulkan bahwa guru maupun peserda didik sudah menerapkan asesmen formatif dalam pembelajaran, dengan baik.
Kata kunci: Asesmen Formatif, Sekolah Menengah Pertama, Ilmu Pengetahuan Alam
The use of formative assessment in learning is a way that can be done to improve the quality of students. This study aims to evaluate the application of formative assessment in Natural Sciences subjects. The research method used is a mixture using the explanatory sequential design. The population used includes all students in grades 7 to 9 and science teachers of Junior High Schools in Surabaya. The sample used in this study were science teachers and students in grades 7 to 9 of Junior High Schools 42 and 62 Surabaya. Data were collected through documentation, observation, interview, and questionnaires. The results of this study indicate, among others: (1) from the information gathering activities, information processing and interpretation, and the action-taking section (peer, self, and feedback) in sequence: (a) the results of the evaluation questionnaire for the implementation of formative assessment by SMP N 24 science teachers were 63,33%; 63,33%; and 74,67%, while the results obtained by students included the information gathering sub-variables of 73,73% and 64,27% in the action-taking sub-variable and (b) while the results obtained by SMP N 62 science teachers were 93,33%; 91,67%; and 86,67%, and the results obtained by students included the information gathering sub-variables of 70,33% and 70,74% in the action-taking sub-variable; and (2) the obstacles faced by teachers in implementing formative assessment in science subjects, including: (a) limited time and space, (b) only aimed at active students, (c) follow-up is limited to improvements and has not yet reached the level of decision making (remedial and enrichment) and strategy development. So it can be concluded that teachers and students have implemented formative assessment in learning well.
Keywords: Formative Assessment, Junior High School, Natural Sciences