Pengembangan Aplikasi Augmented Reality (AR) Seni Pertunjukan Pandalungan sebagai Upaya Pelestarian Budaya di Situbondo
Development of an Augmented Reality (AR) Application for Pandalungan Performing Arts as an Effort to Preserve Cultural Heritage in Situbondo
Rendahnya tingkat pemahaman generasi muda terhadap seni pertunjukan Pandalungan serta keterbatasan media pelestarian budaya yang masih bersifat konvensional dan kurang menarik menjadi permasalahan utama dalam penelitian ini. Seni pertunjukan Pandalungan sebagai hasil akulturasi budaya Jawa dan Madura merepresentasikan identitas lokal masyarakat Situbondo serta mengandung nilai historis, filosofis, dan sosial yang perlu diwariskan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kualitas, kepraktisan, dan keefektifan aplikasi Augmented Reality (AR) seni pertunjukan Pandalungan bernama Dalung Atrverse sebagai media pelestarian budaya lokal Situbondo. Metode yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Uji coba aplikasi melibatkan 131 pengguna, terdiri atas 15 pengguna dari Sanggar Tari Krans, 110 siswa SMAN 2 Situbondo, dan 6 pengguna dari Komunitas Situbondo Naik Kelas. Kualitas aplikasi diuji melalui validasi ahli materi, bahasa, dan media. Hasil akumulasi validasi menunjukkan bahwa Dalung Atrverse berada pada kategori sangat layak dengan tingkat kevalidan sebesar 91,8%. Dari aspek kepraktisan, hasil penilaian pengguna menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 91,61% dengan kategori sangat praktis. Keefektifan aplikasi dibuktikan melalui hasil uji pretest dan posttest yang menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05), korelasi kuat hingga sangat kuat, effect size pada kategori sangat besar, serta nilai N-Gain berada pada kategori sedang di seluruh lokasi uji coba. Temuan ini menegaskan bahwa Dalung Atrverse efektif dalam meningkatkan pemahaman seni pertunjukan Pandalungan sekaligus berfungsi sebagai media pelestarian budaya yang adaptif, relevan, dan bermakna di era digital.
The low level of understanding among the younger generation regarding Pandalungan performing arts, along with the limited use of cultural preservation media that remain conventional and less engaging, constitutes the primary issue addressed in this study. Pandalungan performing arts, as a result of cultural acculturation between Javanese and Madurese traditions, represent the local identity of the Situbondo community and contain historical, philosophical, and social values that must be sustainably transmitted. This study aims to develop and evaluate the quality, practicality, and effectiveness of an Augmented Reality (AR) application for Pandalungan performing arts, entitled Dalung Atrverse, as a medium for preserving local culture in Situbondo. The research employed a research and development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The application trial involved 131 participants, comprising 15 users from Sanggar Tari Krans, 110 students from SMAN 2 Situbondo, and 6 users from the Situbondo Naik Kelas Community. The quality of the application was assessed through expert validation involving content, language, and media experts. The validation results indicate that Dalung Atrverse is categorized as highly feasible, with a validity score of 91.8%. In terms of practicality, user evaluations yielded a practicality score of 91.61%, classified as very practical. The effectiveness of the application was demonstrated through pretest and posttest results, which showed a statistically significant difference (p < 0.05), strong to very strong correlations, a very large effect size, and N-Gain values in the moderate category across all trial locations. These findings indicate that Dalung Atrverse is effective in improving understanding of Pandalungan performing arts while also functioning as an adaptive, relevant, and meaningful medium for cultural preservation in the digital era.