DAMPAK PEMBANGUNAN SENTRA DIGITAL KULINER TELKOM KETINTANG SURABAYA TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI PEDAGANG DI KELURAHAN KETINTANG
THE IMPACT OF THE DEVELOPMENT OF THE TELKOM KETINTANG SURABAYA DIGITAL CULINARY CENTER ON THE SOCIAL AND ECONOMIC CONDITIONS OF VENDORS IN THE KETINTANG SUBDISTRICT
Sentra Digital Kuliner Telkom Ketintang Surabaya merupakan salah satu hasil pembangunan yang berlangsung melalui mekanisme alih fungsi lahan. Pembangunan sentra kuliner ini, melibatkan alih fungsi lahan di sekitar area Telkom Ketintang Surabaya. Pembangunan dan perubahan kondisi tersebut, menyebabkan indikasi perubahan secara sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi para pedagang di Kelurahan Ketintang Surabaya khususnya di sekitar area Telkom. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian pada skripsi ini yaitu 1) Menganalisis perubahan kondisi ekonomi pedagang di Kelurahan ketintang terhadap pembangunan Sentra Digital Kuliner Telkom Ketintang Surabaya, 2) Menganalisis perubahan kondisi sosial pedagang di Kelurahan ketintang terhadap pembangunan Sentra Digital Kuliner Telkom Ketintang Surabaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan berjenis kuantitatif. Penelitian dilakukan mulai bulan Januari hingga Mei 2024. Sumber data penelitian ini adalah para pedagang yang ada di sentra kuliner dan di luar sentra kuliner. Jumlah responden yang digunakan adalah 60 responden dan merupakan populasi dari pedagang pada lokasi penelitian. Variabel penelitian ini yaitu pendapatan, modal, pekerjaan, kelembagaan, dan perilaku interaksi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan dokumentasi, kuesioner dan wawancara terstruktur, dan studi literatur. Analisis data pada penelitian ini menggunakan skala likert.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pedagang mengalami perubahan signifikan dalam bidang ekonomi dan sosial setelah pembangunan Sentra Digital Kuliner Telkom Ketintang Surabaya. Sebelum adanya sentra digital ini, pedagang memperoleh pendapatan bulanan berkisar antara 3-5 juta rupiah. Setelah adanya sentra digital, pendapatan pedagang meningkat menjadi 4-6 juta rupiah per bulan. Modal yang diperlukan setiap bulan untuk menjalankan usaha sebelum adanya pembangunan berkisar antara 1,5-2 juta rupiah. Sedangkan modal yang dibutuhkan setelah pembangunan menjadi 2-2,5 juta per bulan. Sehingga secara pendapatan, pedagang mengalami kenaikan keuntungan sebesar 1-2 juta per bulan. Sedangkan pada modal, pedagang hanya butuh tambahan 500 ribu – 1 juta per bulan. Sehingga pedagang mengalami perubahan ekonomi yang positif pada sektor pendapatan dan ekonomi. Pada bidang sosial, pembangunan Sentra Digital Kuliner telah membawa perubahan sosial yang signifikan bagi para pedagang di kawasan tersebut. Sebelum pembangunan, para pedagang beroperasi secara tradisional tanpa fasilitas dine-in, dan luas lahan mereka bervariasi sesuai dengan lamanya berjualan. Setelah pembangunan, para pedagang memiliki opsi untuk melayani pelanggan dengan dine-in atau take-away, dengan luas lahan yang diatur secara adil agar konsumen dapat menikmatinya secara merata. Dalam hal kelembagaan, sebelumnya koordinasi antar pedagang hanya terjadi ketika ada masalah, namun kini dilakukan secara rutin setiap minggu untuk memastikan kesejahteraan dan kesetaraan harga. Dari segi perilaku dan interaksi, sebelum pembangunan, interaksi dengan pelanggan terbatas karena fasilitas yang minim dan tidak adanya lahan parkir yang memadai untuk promosi. Setelah pembangunan, interaksi dengan pelanggan menjadi lebih erat berkat dukungan sarana prasarana yang memadai dan akses online. Promosi juga lebih efektif dengan adanya fasilitas parkir yang terorganisir dan gratis, menarik lebih banyak calon konsumen.
Kata Kunci : Sentra Kuliner, Kondisi Sosial, Kondisi Ekonomi, Pedagang Kaki Lima
The Telkom Ketintang Surabaya Culinary Digital Center is one of the results of development that is taking place through a land conversion mechanism. The construction of this culinary center involves changing the function of land around the Telkom Ketintang Surabaya area. This development and changes in conditions have caused indications of social, economic and environmental changes for traders in Ketintang Subdistrict, Surabaya, especially around the Telkom area. Based on these issues, the objectives of this thesis are: 1) To analyze the economic condition changes of traders in Ketintang Village in relation to the development of the Telkom Ketintang Digital Culinary Center, and 2) To analyze the social condition changes of traders in Ketintang Village in relation to the development of the Telkom Ketintang Digital Culinary Center.
This research uses a descriptive and quantitative approach. The research was conducted from January to May 2024. The data sources for this research were traders in culinary centers and outside culinary centers. The number of respondents used was 60 respondents and was a population of traders at the research location. The variables of this research are income, capital, employment, institutions, and interaction behavior. The data collection techniques used were observation and documentation, questionnaires and structured interviews, and literature study. Data analysis in this study used a Likert scale.
The research results show that most traders experienced significant economic and social changes after the establishment of the Telkom Ketintang Digital Culinary Center in Surabaya. Before the digital center, traders earned a monthly income ranging between 3-5 million rupiah. After the establishment, traders' income increased to 4-6 million rupiah per month. The monthly capital required to run the business before the establishment ranged between 1.5-2 million rupiah, whereas the capital needed after the establishment became 2-2.5 million per month. Thus, in terms of income, traders experienced an increase in profit of 1-2 million per month. In terms of capital, traders only needed an additional 500 thousand to 1 million per month. Therefore, traders experienced positive economic changes in both income and capital sectors. In the social field, the development of the Digital Culinary Center has brought significant social changes for traders in the area. Before the development, traders operated traditionally without dine-in facilities, and their land area varied depending on the length of their business. After the development, traders had the option to serve customers with dine-in or take-away, with land areas allocated fairly so that consumers could enjoy the space equally. Institutionally, coordination among traders previously occurred only when problems arose, but now it happens regularly every week to ensure welfare and price equality. In terms of behavior and interaction, before the development, interactions with customers were limited due to minimal facilities and the lack of adequate parking space for promotion. After the development, interactions with customers became closer thanks to adequate infrastructure support and online access. Promotion also became more effective with organized and free parking facilities, attracting more potential consumers.
Keyword : Culinary Center, Social Conditions, Economic Conditions, Street Vendors