Pola Kepemimpinan Perempuan Dalam Pendidikan Islam (Studi di Pesantren Tahfidzul Qur’an Mojokerto)
Patterns of Women's Leadership in Islamic Education (A Study at the Mojokerto Tahfidzul Qur'an Islamic Boarding School)
Di tengah pengakuan yang semakin meningkat terhadap peran perempuan pada era kontemporer, pemahaman tentang kontribusi kepemimpinan perempuan dalam pengembangan pendidikan Islam khususnya di lingkungan pesantren menjadi sangat relevan. Fenomena ini menarik dikaji karena pesantren yang dipimpin oleh tokoh perempuan mengalami perkembangan pesat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model, strategi, dan tantangan kepemimpinan perempuan dalam pendidikan Islam dengan fokus pada studi di Pesantren Tahfidzul Qur’an Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengasuh, pengurus, serta santri. Menggunakan Teori Feminisme Islam Amina Wadud digunakan untuk menganalisis bagaimana perempuan memaknai dan menegosiasikan peran kepemimpinan mereka dalam kerangka ajaran Islam yang menekankan prinsip keadilan dan kesetaraan gender. Modal Sosial oleh Pierre Bourdieu digunakan untuk menjelaskan bagaimana strategi kepemimpinan perempuan dalam membangun kepemimpinan yang efektif dalam mengembangkan suatu lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Mojokerto diterima secara positif sebagai langkah maju dalam upaya menghapus stereotip gender dan mampu membawa perubahan signifikan. Model kepemimpinan yang diterapkan bersifat kolaboratif, partisipatif, dan transformatif, menekankan nilai keteladanan, empati, serta pengayoman terhadap santri. Kepemimpinan perempuan terbukti mampu menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan potensi santri dan kebutuhan era modern.
Amidst growing recognition of the role of women in the contemporary era, understanding the contribution of women's leadership in the development of Islamic education, especially in Islamic boarding schools, has become very relevant. This phenomenon is interesting to study because Islamic boarding schools led by female figures have experienced significant rapid development. This study aims to analyze the models, strategies, and challenges of women's leadership in Islamic education, focusing on a case study at the Tahfidzul Qur'an Islamic boarding school in Mojokerto. This study uses a qualitative approach with a case study method, through in-depth interviews, observation, and documentation of caregivers, administrators, and students. Amina Wadud's Islamic Feminism Theory is used to analyze how women interpret and negotiate their leadership roles within the framework of Islamic teachings that emphasize the principles of justice and gender equality. Pierre Bourdieu's Social Capital is used to explain how women's leadership strategies build effective leadership in developing an institution. The results of the study show that female leadership at the Tahfidzul Qur'an Islamic boarding school in Mojokerto is positively accepted as a step forward in efforts to eliminate gender stereotypes and bring about significant change. The leadership model applied is collaborative, participatory, and transformative, emphasizing the values of exemplary behavior, empathy, and guidance for students. Female leadership has proven capable of creating an inclusive, adaptive education system oriented toward developing students' potential and meeting the needs of the modern era.