MANAJEMEN SANGGAR TARI NGRIPTO RARAS
DI PARENGAN TUBAN
MANAGEMENT OF THE NGRIPTO RARAS DANCE STUDIO
IN PARENGAN TUBAN
ABSTRAK
Nama : Yeni Anuba Arifa
NIM : 19020134062
Program Studi : S1 Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik
Fakultas : Fakultas Bahasa dan Seni
Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya
Pembimbing : Dr. Sn. Retnayu Prasetyanti Sekti, M.Si.
Tahun : 2023
Kata kunci : Manajemen, Sanggar seni, Seni tari, Ngripto Raras.
Sanggar tari Ngripto Raras di Parengan Tuban merupakan suatu lembaga seni yang berhasil dalam memanajemen dirinya, didukung oleh dukungan aktif dari anggota sanggar, keluarga, dan masyarakat sekitar. Adanya pemikiran untuk menjaga dan membina keberlangsungan kegiatan seni, masyarakat desa Sukorejo kecamatan Parengan menyelenggarakan kegiatan berkesenian dan membuat wadah sanggar seni disebut sanggar seni Ngripto Raras. Sanggar seni merupakan tempat atau wadah bagi manusia melakukan atau mempelajari suatu kesenian yang bertujuan untuk selalu menjaga kelestarian di masyarakat. Kegiatan di sanggar seni kita dapat mempelajari berbagai tarian, musik, vokal, teater, seni ukir, lukis dan lain-lainnya. Sanggar seni Ngripto Raras merupakan sanggar seni yang mewadahi kegiatan seni, seperti seni karawitan, seni pedalangan, seni musik modern dan seni tari. Dari keempat kegiatan seni di sanggar Ngripto Raras terdapat 2 kegiatan seni, yaitu seni karawitan dan seni tari, yang melakukan pembelajaran secara rutin dan berkelanjutan. Namun dari kedua bidang seni tersebut kegiatan seni tari yang paling banyak diminati oleh masyarakat dari kalangan anak TK/ Paud hingga remaja. Keberadaan sanggar tari Ngripto Raras di tengah masyarakat Sukorejo Parengan dan sekitarnya sangat dirasakan manfaatnya. Adanya wadah kegiatan seni tari di sanggar Ngripto Raras memberikan angin segar dan peluang bagi generasi muda, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dibidang seni tari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk manajemen, kendala yang dihadapi dan solusi yang diterapkan oleh sanggar tari Ngripto Raras. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi/kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa bentuk manajemen sanggar tari Ngripto Raras di Parengan Tuban yang meliputi unsur-unsur manajemen yang terdiri dari 6 M yaitu man, money, methods, materials, machine, dan market. Bentuk manajemen tersebut dikelola menggunakan sistem pengelolaan manajemen yang mencerminkan sifat kekeluargaan yang menggunakan cara musyawarah mufakat untuk menyelesaikan masalah dengan teknis "rembuk bareng" yang khas. Sistem manajemen yang diterapkan mencakup perencanaan, pengorganisasian, penggerakan/pelaksanaan, dan pengawasan. Sanggar ini memiliki pengorganisasian yang sudah terbentuk dan menjalankan tugas dengan cara saling membantu dan saling menguatkan antar devisi. Program-program yang dirancang dijalankan secara bertahap, dan jadwal kegiatan dapat berubah sesuai kesepakatan bersama. Pengawasan dilakukan melalui pertemuan evaluasi bulanan. Kendala dalam manajemen mencakup jumlah tenaga pengajar yang terbatas, permasalahan administratif, dan jadwal latihan yang sering berubah. Meskipun terdapat kendala, sanggar tari Ngripto Raras menunjukkan kemampuannya untuk menemukan solusi melalui musyawarah mufakat dengan teknis "rembuk bareng" dengan seluruh struktur organisasi sanggar tari Ngripto Raras. Kendala ini bahkan memotivasi pengurus dan anggota sanggar untuk lebih kompak dan semangat dalam mencapai tujuan. Simpulan penelitian ini menginformasikan bahwa manajemen sanggar tari Ngripto Raras berhasil dalam mencapai tujuan yang diinginkan melalui praktik kekeluargaan dengan cara musyawarah mufakat melalui teknis rembuk bareng, komunikasi aktif, dan penanganan kendala dengan solusi yang sesuai.
ABSTRACK
Name : Yeni Anuba Arifa
Program of Study : Bachelor of Arts in Drama, Dance, and Music Education
Faculty : Faculty of Language and Arts
Institution Name : State University of Surabaya
Supervisor : Dr. Sn. Retnayu Prasetyanti Sekti, M.Si.
Year : 2023
Keywords: Management, Art Studio, Dance, Ngripto Raras.
The Ngripto Raras Dance Studio in Parengan Tuban is an art institution that has successfully managed itself, supported by active contributions from its members, families, and the surrounding community. With the intention of preserving and nurturing artistic activities, the Sukorejo village community in Parengan organizes artistic events and establishes the Ngripto Raras Art Studio as a platform for artistic endeavors. The art studio serves as a space for people to engage in or learn various forms of art with the aim of preserving cultural heritage within the community. Activities at the art studio encompass a wide range, including learning various dances, music, vocals, theater, carving, painting, and more. Ngripto Raras Art Studio accommodates activities in various art forms such as traditional Javanese music (karawitan), puppetry (pedalangan), modern music, and dance. Among these, dance and karawitan are the two regularly conducted and sustained art forms. However, dance, especially, attracts the most interest from the community, spanning from preschool children to teenagers. The presence of Ngripto Raras Dance Studio in the Sukorejo Parengan community and its surroundings is highly beneficial. The establishment of a dance studio provides a breath of fresh air and opportunities for the younger generation to develop their potential in the field of dance. This research aims to describe the management structure, challenges faced, and solutions applied by Ngripto Raras Dance Studio. The research methodology used is qualitative descriptive with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis involved data reduction, data presentation, and verification/conclusion. The research findings reveal that the management of Ngripto Raras Dance Studio in Parengan Tuban encompasses six management elements: man, money, methods, materials, machine, and market. This management structure operates through a familial system, employing a consensus-based decision-making approach known as "rembuk bareng." The applied management system includes planning, organizing, implementing, and monitoring. The studio has a well-formed organization with divisions that support and strengthen each other. Programs are executed gradually, and the schedule may change based on collective agreement. Monthly evaluation meetings serve as a means of supervision. Challenges in management include a limited number of instructors, administrative issues, and frequently changing practice schedules. Despite these challenges, Ngripto Raras Dance Studio demonstrates its ability to find solutions through consensus-based decision-making and the "rembuk bareng" technique within the entire organizational structure. These challenges even motivate the studio's management and members to be more cohesive and enthusiastic in achieving their goals. In conclusion, this research informs that Ngripto Raras Dance Studio's management successfully achieves its desired goals through a familial approach using consensus-based decision-making, active communication, and handling challenges with appropriate solutions.