Banyak hal yang dapat terjadi selama pelaksanaan proyek konstruksi yang dapat menambah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya dan menundanya. Keterlambatan disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi spesifik lokasi, perubahan desain, pengaruh cuaca, permintaan yang tidak terpenuhi untuk pekerja, pasokan, atau peralatan, kesalahan dalam perencanaan atau spesifikasi, dan keterlibatan pemilik atau pemilik proyek. Proyek Pembangunan Ruko Northwest Citraland direncanakan selesai pada kurun waktu 248 Hari dengan Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp 655,404,231.46. Percepatan perlu dilakukan agar pembangunan proyek tersebut dapat sesuai dengan perencanaan dan kontraktor pelaksana tidak mengalami kerugian akibat keterlambatan proyek. Penggunaan metode Time Cost Trade Off ini diharapkan mampu menyediakan beberapa pilihan alternatif percepatan agar pelaksanaan proyek konstruksi efisien dari segi waktu dan biaya. Alternatif percepatan dalam penelitian ini menggunakan percepatan penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja pada Proyek Pembangunan Ruko Northwest Citraland Surabaya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan waktu dan biaya yang dihasilkan setelah dilakukan percepatan dengan menggunakan 2 alternatif tersebut. Didapatkan hasil analisa Time Cost Trade Off pada Alternatif 1 didapatkan durasi optimum 223.6 Hari dengan biaya Rp 650,010,588.07 dengan Efisiensi Waktu dan Biaya sebesar 9.84% dan 0.82%., Pada Alternatif 2 diperoleh durasi optimum 219.3 Hari dengan biaya Rp 650,130,175.97 dengan Efisiensi Waktu dan Biaya sebesar 11.57% dan 0.80%, dan Pada Alternatif 3 didapatkan durasi optimum 213.1 Hari dengan biaya Rp 648,624,342.81 dengan Efisiensi Waktu dan Biaya sebesar 14.06% dan 1.03%.
Many things can occur during the execution of a construction project that could increase the time required to complete it and delay it. Delays are caused by a variety of factors, including site-specific conditions, design changes, weather effects, unmet demand for workers, supplies, or equipment, errors in planning or specification, and involvement of the project owner or owner. The Northwest Citraland Shophouse Construction Project is planned to be completed in a period of 248 days with a budget plan cost of Rp 655,404,231.46. Acceleration is needed so that the construction of the project can be completed in accordance with the plan and the implementing contractor does not suffer losses due to project delays. The application of the Time Cost Trade Off method is expected to provide several alternative acceleration options so that the implementation of construction projects is efficient in terms of time and cost. The acceleration alternative in this study uses the acceleration of additional working hours and additional labor on the Northwest Citraland Surabaya Shophouse Construction Project. It aims to determine the comparison of time and cost generated after acceleration using these 2 alternatives. The analysis of time cost trade off results in Alternative 1 obtained an optimal duration of 223.6 days at a cost of Rp 650,010,588.07 with time and cost efficiency of 9.84% and 0.82%, in Alternative 2 obtained an optimal duration of 219. 3 days at a cost of Rp 650,130,175.97 with time and cost efficiency of 11.57% and 0.80%, and in alternative 3 obtained an optimum duration of 213.1 days at a cost of Rp 648,624,342.81 with time and cost efficiency of 14.06% and 1.03%.