Ralstonia solanacearum merupakan bakteri yang menyerang tanaman dari famili Solanaceae seperti kentang, tomat, terong, dan cabai. Pengendalian R. solanacearum dilakukan dengan pestisida kimia namun menyebabkan pencemaran tanah juga berbahaya bagi mahluk hidup dan kesehatan manusia. Sehingga diperlukan adanya pengendalian penyakit tanaman yang ramah lingkungan menggunakan pestisida alami dengan memanfaatkan senyawa-senyawa pada daun nanas madu (Ananas comosus L. Merr). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun nanas madu dalam menghambat pertumbuhan bakteri R. solanacearum dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun nanas madu yang paling optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri R. solanacearum. Metode yang digunakan adalah difusi sumuran menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 60%, 80%, 100%, kontrol positif streptomycin sulfate 0,01% dan kontrol negatif DMSO 10%. Analisis data menggunakan ANOVA satu arah dan uji Duncan. Hasil penelitian menghasilkan diameter clear zone untuk konsentrasi 60% sebesar 4,7 ± 0,75 mm, konsentrasi 80% sebesar 5,4 ± 0,41 mm, konsentrasi 100% sebesar 11,4 ± 0,22 mm dan kontrol positif sebesar 12,88 ± 0,36 mm. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak daun nanas madu dapat menghambat pertumbuhan bakteri R. solanacearum. Dengan demikian, maka ekstrak daun nanas madu dapat digunakan sebagai bakteriostatik nabati pada tanaman yang terinfeksi bakteri R. solanacearum.
Kata Kunci: penyakit tanaman, zona hambat, difusi sumur agar, pengurangan pestisida.