Koordinasi yang buruk antara concrete pump dan truck
mixer beton selama pengecoran beton seringkali mengakibatkan waktu
menganggur dan peningkatan biaya operasional. Penelitian bertujuan untuk
menghitung produktivitas kedua alat berat tersebut, biaya operasionalnya, dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas pada Proyek
Gedung MAIN OFFICE
STAOF di Dumai, Riau. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif dengan
pendekatan time study, wawancara terstruktur. Observasi difokuskan pada
pengecoran lantai 1, termasuk pelat lantai, kolom, pile cap, dan tie
beam.
Hasil
menunjukkan bahwa produktivitas concrete pump berkisar dari 0,328
m³/menit (pelat lantai) hingga 0,566 m³/menit (tie beam) dan
produktivitas truck mixer beton dari 0,808 hingga 0,891 m³/menit. Biaya
operasional untuk concrete pump adalah Rp1.024.124,00/jam, dan untuk truck
mixer beton Rp600.187,00/jam. Faktor dominan yang mempengaruhi
keterlambatan pengecoran adalah keterlambatan truck mixer (85,3%) dan
kegagalan concrete pump (81,3%).
Kata
kunci: concrete pump, truck mixer, Produktivitas Alat Berat,
Biaya Operasional, Pengecoran Struktur