Eksplorasi Motif Kombinasi Damar Kurung Dengan Ecoprint Oleh Kelompok PKK Dusun Dalean Lor Desa
Gurang Anyar Cerme Gresik.
Exploration of Combined Damar Kurung Motifs with Ecoprint by the PKK Group of Dalean Lor Hamlet,
Gurang Anyar Village, Cerme, Gresik
Indonesia memiliki kekayaan budaya batik, dan Gresik dikenal dengan seni lukis tradisional damar kurung. Di Dusun Dalean Lor, Desa Gurang Anyar, Cerme, Gresik, terdapat potensi kelompok PKK dan bahan alam seperti dedaunan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh sebab itu, diperlukan inovasi kreatif berupa pembuatan lampu hias yang menggabungkan motif lokal damar kurung dengan teknik batik tulis serta ecoprint pounding sebagai upaya pelestarian budaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan mendeskripsikan hasil motif damar kurung dan ecoprint, menghasilkan produk lampu hias gantung, serta mengetahui dan mendeskripsikan respons anggota PKK terhadap kegiatan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan data primer dari observasi partisipatif, wawancara 8 anggota PKK, dan dokumentasi. Data diperoleh dari hasil penelitian di awali dari Proses pembuatan dimulai dari perancangan motif batik bertema tradisi Pasar Bandeng Gresik, penggambaran di kain mori menggunakan teknik jiplak, pembatikan tulis, pewarnaan colet dengan pewarna sintetis, dan pelunturan lilin. Selanjutnya, kain melalui mordanting menggunakan tawas dan kapur sirih, penataan dedaunan untuk ecoprint dengan teknik pounding, serta fiksasi menggunakan air endapan tunjung, kain batik dan ecoprint selanjutnya di gabung menjasi satu lembar kain utuh. Kain kemudian dijahit pada kerangka bambu berukuran 50x50 cm dan diberi hiasan renda manik-manik. Hasil eksplorasi berupa kap lampu hias gantung yang memadukan motif pasar bandeng dan estetika alami daun. Evaluasi karya menunjukkan mayoritas anggota PKK memperoleh nilai antara sangat baik hingga cukup baik. Dari 8 karya, 5 tergolong sangat baik dengan nilai 90-100, 2 cukup baik dengan nilai 80-89, dan 1 kurang baik dengan nilai 70-79. Respons anggota PKK menunjukkan antusiasme tinggi karena kegiatan ini meningkatkan kreativitas dan keterampilan baru.
Kata kunci: Damar Kurung, batik tulis, teknik ecoprint pounding, kap lampu hias gantung, pelestarian budaya, PKK
Indonesia possesses a rich batik cultural heritage, and Gresik is renowned for the traditional damar kurung painting art form. In Dalean Lor Hamlet, Gurang Anyar Village Cerme, Gresik, there is untapped potential within the local PKK (Family Welfare Empowerment) group and in the availability of natural materials like leaves. Consequently, a creative innovation was required: the production of decorative lamps combining local damar kurung motifs with batik tulis (hand-drawn batik) and ecoprint pounding techniques as a means of cultural preservation. This study aimed to examine and describe the resulting damar kurung and ecoprint motifs, produce a hanging decorative lamp, and assess the PKK members' responses to the activity. A qualitative method was employed, utilizing primary data gathered through participant observation, interviews with eight PKK members, and documentation. The production process began with designing batik motifs themed around the Gresik Pasar Bandeng (Milkfish Market) tradition, followed by tracing the design onto mori (cotton) fabric, hand-drawing the batik, applying colet (brush-painted) coloring with synthetic dyes, and removing the wax. Subsequently, the fabric underwent mordanting using alum and slaked lime, leaf arrangement for the ecoprint pounding technique, and fixation using a ferrous sulfate tunjung solution; the batik and ecoprint sections were then joined into a single, unified piece of fabric. Finally, the fabric was sewn onto a 50x50 cm bamboo frame and adorned with beaded lace. The exploration resulted in a hanging decorative lampshade that blends the Pasar Bandeng motif with the natural aesthetic of leaves. Evaluation of the finished pieces showed that the majority of PKK members achieved scores ranging from "very good" to "quite good." Of the eight pieces, five were rated "very good" (scores of 90–100), two were "quite good" (80–89), and one was "less good" (70–79). The PKK members' responses demonstrated high enthusiasm, as the activity fostered creativity and the development of new skills.
Keywords: Damar Kurung, hand-drawn batik, ecoprint pounding, decorative hanging lampshade, cultural preservation, PKK.