Hubungan Antara Konformitas dan Self-Efficacy dengan Academic Dishonesty Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi
The Relationship Between Conformity and Self-Efficacy with Academic Dishonesty in Students of The Faculty of Psychology
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat hubungan antara konformitas dan self-efficacy dengan academic dishonesty pada mahasiswa Fakultas Psikologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model korelasional. Subjek penelitian adalah 671 mahasiswa Fakultas Psikologi angkatan 2023 dan 2024. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26.0. Analisis korelasi berganda menunjukkan konformitas dan self-efficacy secara simultan memiliki korelasi yang lemah dan signifikan dengan academic dishonesty (R=0,363, p<0,005). Nilai koefisen determinasi sebesar 13.6% dari total variasi academic dishonesty, menunjukkan terdapat peran besar dari faktor lain. Korelasi parsial menunjukkan bahwa konformitas memiliki hubungan positif yang signifikan dengan academic dishonesty (+ 0.283, p<0.005), yang berarti semakin tinggi konformitas, semakin tinggi kecenderungan kecurangan. Self-efficacy memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan academic dishonesty (−237, p<0.005), mengindikasikan bahwa semakin tinggi self-efficacy, semakin rendah kecenderungan kecurangan. Konformitas dan self-efficacy merupakan prediktor signifikan terhadap academic dishonesty.
This study investigated the relationship between conformity, self-efficacy, and academic dishonesty among psychology students. Employing a quantitative correlational approach, the research involved 671 psychology students from the 2023 and 2024 cohorts. Data were collected using questionnaires and analyzed through correlational using SPSS 26.0. Multiple correlation analysis revealed a weak but significant correlation between conformity, self-efficacy, and academic dishonesty (R=0.363,p<.005). The coefficient of determination was 13.6% of the total variance in academic dishonesty, indicating a substantial role for other unexamined factors. Partial correlation analysis showed that conformity had a significant positive relationship with academic dishonesty (r=+.283,p<.005), suggesting that higher conformity is associated with a greater tendency toward academic dishonesty. Conversely, self-efficacy had a significant negative relationship with academic dishonesty (r=−.237,p<.005), indicating that higher self-efficacy is associated with a lower tendency toward academic dishonesty. Both conformity and self-efficacy were significant predictors of academic dishonesty in this study.