Pepindhan sajrone Cakepan Tembang Pop Jawa Anggitane Ki Gedhug Siswantoro
Metaphors in The Lyrics Of Javanese Pop Songs By Ki Gedhug Siswantoro (Folklor Stilistika)
Lirik lagu utamanya yang berbahasa Jawa sudah mulai berubah dari aturan bahasa dan sastra, menggunakan bahasa campuran dan tidak memiliki isi keindahan. Lirik lagu karya Ki Gedhug Siswantoro memiliki gaya bahasa yang berbeda dengan lirik lagu-lagu berbahasa Jawa lainnya yang ada di jaman sekarang. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui serta membedah gaya bahasa di dalam lirik lagu berbahasa Jawa karya Ki Gedhug Siswantoro berdasarkan 1) purwakanthi (titi swara), 2) diksi serta 3) majas dengan menggunakan teori stilistika.
Penelitian ini diteliti dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif supaya bisa lebih luas dan jelas ketika membedah setiap lirik lagu berbahasa Jawa yang diciptakan oleh Ki Gedhug Siswantoro. Sumber data penelitian ini yaitu lirik lagu karya Ki Gedhug Siswantoro yaitu Kitir Sumilir, Puspa Nala, Kunjana Tresna, Kliwat Watese dan Widodari Swargaku. Data dalam penelitian ini menggunakan huruf, suku kata, kata juga kalimat yang memiliki hubungan dengan purwakanthi, diksi, majas dan makna. Tata cara mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, transkrip, catat juga mengelompokkan data. Hasil dari penelitian gaya bahasa dalam lirik lagu karya Ki Gedhug Siswantoro berhasil mendapatkan beberapa data. Dalam lirik lagu ini berhasil mendapatkan purwakanthi guru swara, sastra juga lumaksita, lalu juga ada sinonimi, antonimi, hiponimi, tembung entar, tembung saroja, tembung garba, tembung rinangkep dan perumpamaan Dalam bab majas berhasil mendapatkan data dari majas pertautan, perbandingan, pertentangan dan perulangan, seperti simile, personifikasi, depersonifikasi, hiperbola, paradoks, metonimia, aliterasi, asonansi, anafora, mesodilopsis, epitet, dan lain-lainnya. Hal tersebutlah yang membuat lirik lagu karya Ki Gedhug Siswantoro berbeda dari yang lain.
Th The lyrics of the main Javanese song have begun to change from the rules of language and literature, using mixed languages and not having beautiful content. The lyrics of the song by Ki Gedhug Siswantoro have a different language style from the lyrics of other Javanese songs that exist today. This study aims to find out and dissect the language style in the lyrics of the Javanese song by Ki Gedhug Siswantoro based on 1) purwakanthi (titi swara), 2) diction and 3) figurative language using stylistic theory.
This study was conducted using a qualitative descriptive research method so that it could be broader and clearer when dissecting each Javanese song lyric created by Ki Gedhug Siswantoro. The data source for this study was the song lyrics by Ki Gedhug Siswantoro, namely Kitir Sumilir, Puspa Nala, Kunjana Tresna, Kliwat Watese and Widodari Swargaku. The data in this study used letters, syllables, words and sentences that were related to purwakanthi, diction, figures of speech and meaning. The procedure for collecting data in this study used library techniques, transcripts, notes and grouping data. The results of the study of language style in the lyrics of Ki Gedhug Siswantoro's songs managed to obtain several data. In the lyrics of this song, it was possible to obtain purwakanthi guru swara, sastra also lumaksita, then there were also synonyms, antonyms, hyponyms, tembung entar, tembung saroja, tembung garba tembung rinangkep and pepindhan. In the chapter on figures of speech, we managed to get data from figures of speech of linkage, comparison, opposition and repetition, such as simile, personification, depersonification, hyperbole, paradox, metonymy, alliteration, assonance, anaphora, mesodilopsis, epithet, and others. This is what makes the lyrics of Ki Gedhug Siswantoros songs different from others.