Kapabilitas Digital, Transformasi Digital, dan Inovasi Digital sebagai Penentu Kinerja Usaha Warung Makan di Kota Tangerang Selatan
Digital Capability, Digital Transformation, and Digital Innovation as Determinants of Food Stall Business Performance in South Tangerang City
Penelitian ini dimotivasi oleh pesatnya digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia, khususnya melalui platform pemesanan online, jasa pengiriman, media sosial, dan sistem pembayaran digital seperti QRIS. Namun, adopsi digital tidak selalu meningkatkan kinerja bisnis, terutama di kalangan UMKM warung makan yang masih menghadapi tantangan seperti penurunan margin keuntungan, ketergantungan platform, dan keterbatasan kesiapan internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kapabilitas Digital, Transformasi Digital, dan Inovasi Digital terhadap Kinerja Bisnis UMKM warung makan di Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksploratif. Sampel terdiri dari pemilik atau pengelola warung makan yang telah beroperasi minimal satu tahun, mengadopsi teknologi digital, dan terlibat langsung dalam pengambilan keputusan bisnis. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapabilitas Digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Bisnis, dengan koefisien jalur sebesar 0,242 dan nilai P sebesar 0,042. Transformasi Digital memiliki pengaruh terkuat, dengan koefisien jalur sebesar 0,356 dan nilai P sebesar 0,005. Inovasi Digital juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, dengan koefisien jalur sebesar 0,242 dan nilai P sebesar 0,026. Nilai R² sebesar 0,564 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut menjelaskan 56,4% variasi dalam Kinerja Bisnis. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja UMKM membutuhkan kapabilitas digital, transformasi proses bisnis, dan inovasi digital berkelanjutan.
Keywords: Digital Capability, Digital Transformation, Digital Innovation, Business Performance, MSMEs
This study is motivated by the rapid digitalization of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia, particularly through online ordering platforms, delivery services, social media, and digital payment systems such as QRIS. However, digital adoption does not always improve business performance, especially among food stall MSMEs that still face challenges such as declining profit margins, platform dependency, and limited internal readiness. This study aims to analyze the influence of Digital Capability, Digital Transformation, and Digital Innovation on the Business Performance of food stall MSMEs in South Tangerang City. This research used a quantitative approach with an explanatory research design. The sample consisted of food stall owners or managers who had operated for at least one year, adopted digital technology, and were directly involved in business decision-making. Data were collected through a closed-endedquestionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS. The results show that Digital Capability has a positive and significant effect on Business Performance, with a path coefficient of 0.242 and a P-value of 0.042. Digital Transformation has the strongest effect, with a path coefficient of 0.356 and a P-value of 0.005. Digital Innovation also has a positive and significant effect, with a path coefficient of 0.242 and a P-value of 0.026. The R² value of 0.564 indicates that the three variables explain 56.4% of the variation in Business Performance. Therefore, this study concludes that improving MSME performance requires digital capability, business process transformation, and sustainable digital innovation.