AMBIGUITAS LEKSIKAL PADA BERITA ISU SOSIAL KRIMINALITAS DI SURAT KABAR 国际日报 GUÓJÌ RÌBÀO EDISI APRIL 2025
Lexical Ambiguity in Social Crime Issues News in the 国际日报 Guójì Rìbào Newspaper, April 2025 Edition
Ambiguitas leksikal merupakan fenomena kebahasaan yang muncul ketika suatu kata memiliki lebih dari satu kemungkinan makna sehingga dapat menimbulkan multitafsir bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis-jenis ambiguitas leksikal yang terdapat dalam berita isu sosial kriminalitas pada surat kabar 国际日报 Guójì Rìbào edisi April 2025, (2) mengidentifikasi faktor penyebab munculnya ambiguitas leksikal dalam berita tersebut, dan (3) menjelaskan makna leksikal yang muncul dari ambiguitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data penelitian diperoleh dari berita kriminalitas yang dimuat pada surat kabar 国际日报 Guójì Rìbào edisi April 2025 dengan menggunakan teori ambiguitas leksikal Ullmann serta faktor penyebab ambiguitas menurut Hurford dan Heasley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis ambiguitas leksikal dalam data penelitian, yaitu polisemi, homografi, homofoni, dan homonimi. Polisemi merupakan jenis yang paling dominan dengan jumlah 58 data, diikuti homografi sebanyak 9 data, homofoni sebanyak 1 data, dan tidak ditemukan homonimi sehingga total ambiguitas leksikal berjumlah 68 data. Faktor penyebab ambiguitas terdiri dari dua kategori, yaitu ketidakjelasan referensi sebanyak 5 data dan struktur frasa atau kalimat yang ambigu sebanyak 63 data. Selain itu, ambiguitas leksikal dalam berita menimbulkan variasi makna yang bersifat literal, kontekstual, maupun idiomatik. Temuan ini menunjukkan bahwa pemaknaan teks berita Mandarin sangat dipengaruhi oleh konteks penggunaan bahasa serta karakteristik bahasa jurnalistik yang padat dan ringkas.
Lexical ambiguity is a linguistic phenomenon that occurs when a word contains more than one possible meaning, which may lead to multiple interpretations by readers. This study aims to: (1) describe the types of lexical ambiguity found in social crime issues news in the 国际日报 Guójì Rìbào newspaper, April 2025 edition, (2) identify the factors causing lexical ambiguity in the news, and (3) explain the lexical meanings that arise from these ambiguities. This research employs a qualitative approach with descriptive analysis. The data were obtained from crime news articles published in the April 2025 edition of the 国际日报 Guójì Rìbào newspaper. The analysis is based on Ullmann’s theory of lexical ambiguity and the factors causing ambiguity proposed by Hurford and Heasley. The results indicate that there are four types of lexical ambiguity in the data: polysemy, homograph, homophone, and homonym. Polysemy is the most dominant type with 58 data, followed by homograph (9 data), homophone (1 data), and no homonym data, resulting in a total of 68 lexical ambiguity findings. The causes of ambiguity consist of two categories: unclear reference (5 data) and ambiguous phrase or sentence structure (63 data). Furthermore, lexical ambiguity in the news produces variations of meaning that are literal, contextual, and idiomatic. These findings show that comprehension of Mandarin news texts is strongly influenced by contextual cues and the concise nature of journalistic language.