PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO PADA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS X KGSP SMKN 5 SURABAYA
Development of Curriculum Merdeka-Based Independent Learning Video Media in Grade X KGSP at SMKN 5 Surabaya
Pendidikan harus mengikuti perkembangan teknologi agar dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif. Sehingga dibutuhkan suatu media untuk dikembangkan dalam pembelajaran kurikulum merdeka. Pengembangan media pembelajaran video animasi berbasis kurikulum merdeka ini dibuat untuk mengetahui kelayakan, keterlaksanaan dan respon siswa setelah mendapatkan media ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah developmen atau peneliti menggunakan metode pengembangan media berbasis kelayakan pada siswa jurusan KGSP kelas X SMKN 5 Surabaya dengan tahapan (devine, design, & develop) . Analisis data yang digunakan yaitu data hasil kelayakan media video animasi, keterlaksanaan pembelajaran, dan respon siswa. Hasil kelayakan media video animasi oleh dua validator yaitu satu dosen dan satu guru mata pelajaran memperoleh presentase rata-rata 91,7% sehingga tergolong (Sangat Layak). Hasil keterlaksanaan pembelajaran menggunakan media video animasi pengoprasian teodholit pada kelas X KGSP SMKN 5 Surabaya mendapatkan presentase rata-rata dari kegiatan awal, inti dan akhir oleh tiga pengamat yang ikut di kelas sebesar 88,3% sehingga tergolong (Sangat Baik). Hasil respon siswa terhadappenerapan media video animasi pada dasar-dasar konstruksi materi pengoprasian teodholit mendapatkan presentase sebesar 79,85% sehingga tergolong (Sangat Baik). Sehingga dapat disimpulkan bahwasannya pembelajaran menggunakan video animasi tergolong dalam kategori (Sangat Baik) untuk di kembangkan dalam pembelajaran kurukulum merdeka.
Kata Kunci : Media, Video, Animasi, Teodholit, Kurikulum Merdeka, D evelopmen.
Education must keep up with technological advancements to provide a more engaging, interactive, and effective learning experience. Therefore, a media tool needs to be developed for use in independent curriculum learning. The development of a curriculum-based animated video learning media is created to assess its feasibility, implementation, and student responses after using this media. The method used in this research is development, with the researcher employing the feasibility-based media development method on students majoring in KGSP (Construction Engineering) in Grade X at SMKN 5 Surabaya, involving stages of define, design, and develop. The data analysis used includes the feasibility of the animated video media, the implementation of learning, and student responses. The feasibility of the animated video media, assessed by two validators (one lecturer and one subject teacher), obtained an average percentage of 91.7%, categorizing it as (Very Feasible). The implementation results of learning using animated video media on the operation of the theodolite in Class X KGSP at SMKN 5 Surabaya received an average percentage from the initial, core, and final activities by three observers in the class, amounting to 88.3%, categorizing it as (Very Good). The student response to the application of animated video media on the basics of the construction material of theodolite operation obtained a percentage of 79.85%, categorizing it as (Very Good). Thus, it can be concluded that learning using animatedvideo media falls into the category of (Very Good) and can be further developed in independent curriculum learning.
Keyword: Media, Video, Animstion, Teodholit, Independent curriculum, Developmen