Aizuchi dalam Drama “Nihonjin no Shiranai Nihongo” Karya Saiji Yakumo
Aizuchi in the Drama “Nihonjin no Shiranai Nihongo” by Saiji Yakumo
Aizuchi adalah respon singkat verbal maupun nonverbal berupa elemen penting dalam komunikasi untuk menunjukkan pemahaman dan keterlibatan percakapan. Penelitian ini membahas penggunaan aizuchi pada percakapan pelajar asing yang belajar bahasa Jepang dengan analisis dialog dalam drama “Nihonjin no Shiranai Nihongo”. Penggunaan aizuchi para pelajar asing tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan, melainkan mencerminkan tahap pembelajaran bahasa yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini mengklasifikasikan dan menganalisis fungsi dan kesantunan dalam penggunaan aizuchi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, mengumpulkan data dengan menonton dan mencatat aizuchi yang muncul, kemudian dianalisis berdasarkan teori Horiguchi (1997:52) untuk analisis fungsi aizuchi serta Brown dan Levinson (1987) untuk analisis kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi fungsi yang paling sering digunakan adalah persetujuan dan penolakan. Mendengar dan memahami menjadi fungsi dengan kemunculan jumlah yang setara, sedangkan ungkapan ekspresi menjadi paling jarang digunakan. Dalam kesantunan, penggunaan bahasa informal lebih banyak digunakan sesama pelajar atau guru yang berusia lebih muda. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pola penggunaan aizuchi dalam percakapan serta menjadi referensi bagi pembelajaran bahasa Jepang, khususnya dalam keterampilan berbicara dan mendengarkan.
Kata kunci : Aizuchi, kesantunan, Nihonjin no Shiranai Nihongo, Horiguchi, Brown & Levinson
Aizuchi refers to brief verbal or nonverbal responses that serve as essential elements in communication to indicate understanding and engagement in conversation. This study explores the use of aizuchi in conversations among foreign learners studying Japanese, based on dialogue analysis from the drama “Nihonjin no Shiranai Nihongo”. The use of aizuchi by these learners does not fully adhere to native norms but rather reflects their stage of language acquisition. The objective of this study is to classify and analyze the functions and politeness aspects of aizuchi usage. This research employs a descriptive qualitative method, collecting data through observing and noting aizuchi instances, which are then analyzed using Horiguchi’s (1997:52) theory for function classification and Brown & Levinson’s (1987) framework for politeness analysis. The results show that agreement and disagreement are the most frequently used functions. Functions of listening and understanding appear in equal amounts, while expressive utterances are the least used. Regarding politeness, informal language is more commonly used among peers and with younger teachers. This study provides deeper insights into the patterns of aizuchi usage in conversation and serves as a useful reference for Japanese language learning, particularly in speaking and listening skills.
Keywords: aizuchi, politeness, Nihonjin no Shiranai Nihongo, Horiguchi, Brown & Levinson