Enhancing Fine Motor Skills Through Stringing Activities in 3-4 Year Old Children at PPT Putri Duyung Perak Barat
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun di PPT Putri Duyung Perak Barat Surabaya melalui kegiatan meronce. Kemampuan motorik halus merupakan aspek krusial dalam perkembangan anak usia dini, yang memengaruhi kemandirian dan kesiapan belajar di kemudian hari. Kurangnya stimulasi yang tepat seringkali menjadi hambatan dalam optimalisasi kemampuan ini. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 3-4 tahun di PPT Putri Duyung Perak Barat Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian kinerja anak selama kegiatan meronce. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila 80% anak menunjukkan peningkatan kemampuan motorik halus sesuai dengan rubrik penilaian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 3-4 tahun. Pada siklus I, persentase anak yang mencapai kriteria keberhasilan sebesar 60%, yang mengindikasikan perlunya perbaikan dalam strategi pelaksanaan. Setelah dilakukan refleksi dan modifikasi tindakan pada siklus II, persentase keberhasilan meningkat tajam menjadi 90%. Peningkatan ini terlihat dari indikator seperti koordinasi mata dan tangan yang lebih baik, kemampuan memegang dan memanipulasi benda kecil (manik-manik), ketelitian dalam memasukkan benang ke dalam lubang, serta peningkatan konsentrasi dan ketekunan anak dalam menyelesaikan tugas meronce. Anak-anak juga menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi terhadap kegiatan ini, yang turut mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan meronce terbukti efektif sebagai salah satu strategi untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus pada anak usia dini.
Kata Kunci: Motorik Halus, Meronce, Anak Usia 3-4 Tahun.