Pengembangan Model Ecoliteracy Digital Project Learning (Ecodigpro) Berbasis Pemanfaatan Sampah Untuk Penguatan Ekoliterasi Siswa Sekolah Dasar
Development of Model Ecoliteracy Digital Project Learning ((Ecodigpro) Based on Waste Utilization to Strengthen Elementary School Students' Ecoliteracy.
Pratiwi, Emy Yunita Rahma. 2025. Pengembangan model Ecoliteracy Digital Project Learning (Ecodigpro) Berbasis Pemanfaatan Sampah Untuk Penguatan Ekoliterasi Siswa Sekolah Dasar. Disertasi, Program Studi Pendidikan Dasar, Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing (I) Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd. dan (II) Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si.
Kata Kunci: Model Ecodigpro, Pemanfaatan Sampah, Penguatan Ekoliterasi, Siswa Sekolah Dasar.
Ecoliteracy menjadi aspek penting yang harus ditanamkan sejak dini guna membentuk generasi yang peduli dan mampu berkontribusi dalam pelestarian lingkungan hidup. Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) memanfaatkan teknologi digital diharapkan menjadi solusi inovatif untuk mengoptimalkan pembelajaran ecoliteracy secara interaktif dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan model Ecodigpro berbasis pemanfaatan sampah untuk penguatan Ecoliteracy bagi siswa Sekolah Dasar. Pembaharuan penelitian ini terletak pada penggunaan teknologi digital dan pembelajaran berbasis proyek dalam melaksanakan ekoliterasi pada siswa Sekolah Dasar. Model Ecodigpro mengintegrasikan penggunaan laptop sebagai media utama pembelajaran, dengan menampilkan video edukatif dari Youtube mengenai dampak sampah dan cara pengolahannya sebagai stimulus awal. Kemudian dilaksanakan proyek pembuatan kerajinan dan kolase dari sampah sebagai penerapan konsep daur ulang di kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode Borg & Gall dengan proses penelitian yang dilakukan secara sistematis, berjenis pengembangan atau biasa disebut sebagai R & D dengan pendekatan mix method. Tempat penelitian dilaksanakan di SD Islam Sabilillah, SDN Diwek 1, dan SDN Kapanjeng 1 di Kabupaten Jombang. Berdasarkan uji validitas menguraikan bahwa hasil penelitian menunjukkan pada kriteria buku model, bahan ajar, modul ajar, LKPD, tes formatif, keterlaksanaan model, aktivitas peserta didik, respon peserta didik dengan rerata sebesar 4,81 dengan kategori valid. Berdasarkan uji kepraktisan, sintaks-sintaks model Ecodigpro mudah diimplementasikan dengan rerata 1,6. Keterlaksanaan model Ecodigpro dan keterbacaan antara bahan ajar, LKPD, dan hasil tes formatif sebesar 1,75 dengan kategori praktis. Berdasarkan uji keefektifan diperoleh nilai rerata pretest sebesar 65,3 dan rerata posttes sebesar 83,2. Maka model Ecodigpro dinyatakan efektif untuk penguatan Ecoliteracy peserta didik Sekolah Dasar. Sintaks model Ecodigpro diantaranya yaitu memberikan pertanyaan di awal, merencanakan proyek dengan memanfaatkan perangkat digital, menentukan jadwal kegiatan, mengawasi proses pelaksanaan proyek, asesmen, dan evaluasi proyek. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media digital sederhana seperti video youtube dalam proyek daur ulang, mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan berpikir kritis, dan kesadaran ekologis peserta didik. Saran untuk sekolah sekiranya model Ecodigpro dapat diintegrasikan dalam kurikulum sekolah dengan implementasi dalam proses pembelajaran dengan tepat. Untuk peneliti selanjutnya sekiranya dapat mengujicobakan model Ecodigpro pada materi berbeda di jenjang jenjang Sekolah Dasar.
Pratiwi, Emy Yunita Rahma. 2025. Development of Model Ecoliteracy Digital Project Learning ((Ecodigpro) Based on Waste Utilization to Strengthen Elementary School Students' Ecoliteracy. Dissertation, Elementary Education Study Program, Surabaya State University. Advisors (I) Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd. and (II) Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si.
Keywords: Ecodigpro Model, Waste Utilization, Ecoliteracy Strengthening, Elementary School Students.
Ecoliteracy is a crucial aspect that must be instilled from an early age to foster a generation that cares about and contributes to environmental preservation. Project based learning (PjBL) utilizing digital technology is expected to be an innovative solution to optimize ecoliteracy learning in an interactive and applicable manner. This research aims to describe the validity, practicality, and effectiveness of the Ecodigpro model based on waste utilization for strengthening Ecoliteracy for elementary school students. The novelty of this research lies in the use of digital technology and project-based learning in implementing ecoliteracy for elementary school students. The Ecodigpro model integrates the use of laptops as the primary learning medium, featuring educational YouTube videos on the impact of waste and how to process it as an initial stimulus. Then, projects are implemented to create crafts and collages from waste, applying the concept of recycling to everyday life. This research used the Borg & Gall method with a research process conducted systematically. This research is a development type, commonly referred to as R&D, with a mixed methods approach. The research was conducted at Sabilillah Islamic Elementary School, Diwek 1 Elementary School, and Kapanjeng 1 Elementary School in Jombang Regency. Based on practicality test in the small-scale trial shows the syntax in the Ecodigpro model can be implemented with an average of 1.6, the feasibility of the Ecodigpro model and the readability between teaching materials, student worksheets, and learning outcomes were 1.75, which is categorized as practical. Based on the effectiveness test, the average pretest score was 65.3 and the average posttest score was 83.2. Therefore, the Ecodigpro modelis effective for strengthening the Ecoliteracy of elementary school students. The syntax of the Ecodigpro model includes among others: Asking questions at the beginning, Planning projects using digital tools, Setting schedules for activities, Monitoring the implementation process of the project, Assessment, Project evaluation. The implications of this research show that the integration of simple digital media such as youtube videos in recycling projects can improve students' knowledge, critical thinking skills, and ecological awareness. Suggestions for schools if the Ecodigpro model can be integrated into the school curriculum with appropriate implementation in the learning process. For future researchers, it is hoped that the Ecodigpro model can be tested on different materials at the elementary school level.