TRADISI KIRAB PUSAKA EYANG DJOEGO DI DESA JUGO KECAMATAN KESAMBEN KABUPATEN BLITAR
PENDEKETAN WUJUD, MAKNA DAN PERUBAHAN
(FOKLOR SETENGAH LISAN)
THE TRADITION OF THE PROCUREMENT OF THE HERITAGE OF EYANG DJOEGO IN JUGO VILLAGE, KESAMBEN DISTRICT, BLITAR DISTRICT
APPROACHING FORM, MEANING AND CHANGE
(HALF-ORAL FOKLOR)
Masyarakat Jawa memiliki beraneka macam kebudayaan yang tersebar dalam bebagai macam daerah, tradisi tersebut merupakan kekhasan yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah tersebut. Salah satu tradisi yang tersebar dan sudah dikenal oleh banyak orang tersebut ada di wilayah Kabupaten Blitar Provinsi Jawa timur. Tradisi tersebut berupa upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat di setiap tahunya yang biasa disebut dengan tradisi tersebut adalah Kirab Pusaka Eyang Djoego. Upacara tradhisi tersebut mempunyai tujuan yaitu untuk memberikn rasa hormat kepada leluhur yang sudah mendirikan desa tersebut, selain utu juga untuk mewujudkan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena sudah diberikan kelancaran dalam kehidupan sehari-harinya karena hasil panenan warga yang melimpah sehingga bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan sehari-harinya. Tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat tersebut secara turun-temurun dan merupakan warisan dari leluhur pada jaman dahulu. Tradhisi upacara adat tersebut dilaksanakan satu tahun sekali tepatnya dalam hitungan Jawa yaitu pada bulan Sura hari Minggu malam Senin Pahing. Ujuan dari dilaksanakanya penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang 1) Asal muasal tradisi, 2) Urutan jalanya tradisi, 3) Apa saja jeis dan makna ubarampe yang digunakan dalam tradisi, 4) Apa saja fungsi tradisi terhadap masyarakat serta 5) Bagaiaman perubahan tradisi dari mulai awal terlaksana hingga sekarang. Dalam penelitian kegiatan upacara adat tersebut peneliti menggunakan teori folklor setengah lisan sesuai dengan teori Danandjadja (1984:2). Sedangkan mengenai konsep manfaat menggunakan konsep dari Malinowski (dalam Saputra 2007:38), selanjutnya untuk perubahan tradisi menggunakan konsep dari Koentjaraningrat (209:29). Selanjutnya rencana penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Lalu untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi selama berjalanya rangkaian acara tersebbut. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan teori dari Miles and Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data yang dihasilkan dari proses penelitian.
Hasil penelitian dari tradisi Kirab Pusaka Eyang Djoego bisa diketahui bahwa dengan adanya upacara adat yang sudah terkenal tersebut memiliki keterkaitan dengan awal mula berdirinya Desa Jugo. Disebut dengan nama Desa Jugo karena orang yang mendirikan desa tersebut bernama Eyang Djoego. Dilaksanakanya upacara traidisi tersebut memiliki fungsi untuk masyarakat yaitu 1) Sebagai sarana Pendidikan, 2) Sebagai sarana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, 3) Sebagai wujud syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, 4) Sebagai sarana penghibur. Hasil dari adanya tradisi yang terlaksana setiap tahun tersebut adalah semakin banyak orang yang berziarah dan untuk mencari obat demi kesembuhan, sehingga tradisi upacara adat tersebut semakin dikenal oleh banyak orang. Masyarakat desa tersebut percaya bahwa jika traisi tidak dilaksanakan maka akan membawa petaka terhadap kehidupan di Desa tersebut. Selanjutnya cara yang digunakan untuk melestarikan kebudayaan tersebut adalah dengan cara mengajak pemuda untuk ikut serta dalam menyiapkan dan melaksanakan kegiatan tradisi tersebut, sehingga denga begitu dapat tumbuh rasa memiliki terhadap kebudayaan tersebut.
Kata Kunci : Folklor, Tradisi, Kirab Pusaka
Javanese society has a variety of cultures spread across various regions, these traditions are unique to the people of that region. One of the traditions that is spread and already known by many people is in the Blitar Regency area, East Java Province. This tradition is in the form of a traditional ceremony carried out by the community every year which is usually called the Eyang Djoego Heritage Carnival. This traditional ceremony has the aim of giving respect to the ancestors who founded the village, apart from also expressing gratitude to God Almighty for giving smoothness in their daily lives because of the abundant harvest of the residents so that they can be used to make ends meet. daily food needs. The traditions carried out by the community have been passed down from generation to generation and are inherited from ancient ancestors. This traditional ceremony is held once a year, precisely in Javanese terms, namely in the month of Sura, Sunday evening, Monday Pahing. The aim of carrying out this research is to find out about 1) The origins of the tradition, 2) The sequence of the tradition, 3) What types and meanings of ubarampe are used in the tradition, 4) What are the functions of the tradition in society and 5) How the tradition has changed since its inception. from the beginning until now. In researching traditional ceremonial activities, researchers used semi-oral folklore theory in accordance with Danandjadja's theory (1984:2). Meanwhile regarding the concept of benefits using the concept from Malinowski (in Saputra 2007:38), then for changing traditions using the concept from Koentjaraningrat (209:29). Next, the research plan uses descriptive qualitative research methods. Then, to collect data, researchers used observation, interview and documentation techniques during the series of events. To analyze the data, researchers used the theory of Miles and Huberman by reducing data, presenting data, and verifying data resulting from the research process.
The results of research from the Eyang Djoego Heritage Carnival tradition show that this well-known traditional ceremony is related to the beginning of the founding of Jugo Village. It is called Jugo Village because the person who founded the village was named Eyang Djoego. Carrying out this traditional ceremony has functions for the community, namely 1) As a means of education, 2) As a means to improve the community's economy, 3) As a form of gratitude to God Almighty, 4) As a means of entertainment. The result of this tradition which is carried out every year is that more and more people make pilgrimages and seek medicine for healing, so that the traditional ceremony tradition is increasingly known by many people. The village community believes that if the tradition is not implemented it will bring disaster to life in the village. Furthermore, the method used to preserve this culture is by inviting young people to participate in preparing and carrying out these traditional activities, so that a sense of belonging to this culture can grow.
Keywords: Folklore, Tradition, Hritage Carnival