PERBEDAAN INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK PADA NASI EMPOK DAN NASI ARON
DIFFERENCE IN GLYCEMIC INDEX AND GLYCEMIC LOAD IN EMPOK RICE AND ARON RICE
Prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2023 mencapai 11,7% penduduk. Pengaturan pola makan dengan konsep 3J (Jadwal, Jumlah, dan Jenis) menjadi pilihan yang tepat bagi penderita diabetes melitus untuk mengontrol glukosa darah dalam tubuh. Melalui konsumsi pangan dengan indeks glikemik dan beban glikemik yang rendah seperti olahan beberapa varietas jagung seperti nasi empok khas suku Madura dan nasi aron khas suku tengger. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks glikemik dan beban glikemik pada nasi empok dan nasi aron. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan crossover design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 16 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data indeks glikemik dikumpulkan melalui pengecekan glukosa darah post-prandial setelah diberikan makanan standar berupa gula murni dan makanan uji berupa nasi empok maupun nasi aron. Data beban glikemik didapatkan setelah hasil indeks glikemik ditemukan. Selain itu, terdapat data penunjang untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil glukosa darah post-prandial setelah pemberian intervensi yaitu data pola makan yang melalui wawancara langsung dengan metode SQ-FFQ serta data aktivitas fisik melalui pengisian kuisioner IPAQ. Data kemudian dianalisismenggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan nilai indeks glikemik pada nasi empok (25,6)dan nasi aron (35,5) dengan p-value <0,001 dan juga terdapat perbedaan nilai beban glikemik pada nasi empok (9,43) dan nasiaron (20,5) dengan p-value <0,001. Penderita diabetes melitus direkomendasikan untuk dapat mengonsumsi nasi empok karenamemiliki nilai indeks glikemik dan beban glikemik yang rendah,serta dapat mengonsumsi nasi aron namun dalam jumlah yang terkontrol karena nilai beban glikemik yang tinggi.
The prevalence of diabetes mellitus in Indonesia in 2023 reached 11.7% of the population. Managing diet with the 3J concept (Schedule, Quantity, and Type) is an appropriate approach for individuals with diabetes mellitus to control blood glucose levels. This can be achieved by consuming foods with a low glycemic index and glycemic load, such as processed varieties of corn, including empok rice (a traditional Madurese rice dish) and aron rice (a traditional Tengger rice dish). This study aims to determine the differences in glycemic index and glycemic load between empok rice and aron rice. The method used was experimental with a crossover design. The study involved 16 respondents who met the inclusion criteria. Glycemic index data were collected by measuring postprandial blood glucose levels after administering a standard food item (pure sugar) and test foods (empok rice and aron rice). Glycemic load data were obtained after determining the glycemic index results. Additionally, supporting data were collected to assess the impact on postprandial blood glucose levels after intervention, including dietary patterns obtained through direct interviews using the SQ-FFQ method and physical activity data through the IPAQ questionnaire. The data were then analyzed using the paired t-test. The results showed significant differences in the glycemic index values between empok rice (25.6) and aron rice (35.5) with a p-value < 0.001, as well as significant differences in the glycemic load values of empok rice (9.43) and aron rice (20.5) with a p-value < 0.001. Individuals with diabetes mellitus are recommended to consume empok rice due to its low glycemic index and glycemic load, while aron rice can be consumed but in controlled amounts due to its higher glycemic load