BENTUK TINDAK TUTUR ONEE KOTOBA PADA TOKOH GRELL SUTCLIFF DALAM MANGA "KUROHITSUJI" KARYA YANA TOBOSO
SPEECH ACT FORM OF ONEE KOTOBA OF THE CHARACTER GRELL SUTCLIFF IN THE MANGA “KUROSHITSUJI” BY YANA TOBOSO
Onee kotoba merupakan gaya bahasa yang identik dengan komunitas waria dan pria homoseksual di Jepang, yang dicirikan oleh penggunaan kosakata feminin, ekspresi berlebihan, dan nuansa teatrikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan onee kotoba oleh karakter Grell Sutcliff dalam manga Kuroshitsuji, khususnya dalam kaitannya dengan tindak tutur lokusi. Kajian ini berfokus pada bagaimana Grell memanfaatkan gaya bahasa tersebut untuk mengekspresikan identitasnya, membangun hubungan dengan lawan bicara, serta menciptakan dinamika komunikasi yang unik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data diambil dari transkrip dialog Grell dalam manga Kuroshitsuji, yang dikumpulkan melalui metode simak dan catat. Instrumen penelitian berupa tabel kategorisasi yang merinci penggunaan onee kotoba berdasarkan karakteristik kebahasaan dan tindak tutur lokusi, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan teori tindak tutur Austin dan model SPEAKING dari Hymes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan onee kotoba oleh Grell didominasi oleh penggunaan 「アタシ」、「あんた」、dan「~わ」. Tindak tutur lokusi deklaratif yang ekspresif berfungsi untuk mengungkapkan perasaan secara berlebihan dan membangun citra flamboyan. Selain itu, ditemukan pula tindak tutur lokusi imperatif dalam bentuk ajakan dan permintaan yang disampaikan secara persuasif. Faktor yang memengaruhi penggunaan onee kotoba meliputi upaya menciptakan kedekatan interpersonal, meringankan suasana, serta menentang norma komunikasi konvensional. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa onee kotoba tidak hanya berperan dalam menampilkan identitas gender, tetapi juga menjadi alat komunikasi strategis yang digunakan Grell untuk memengaruhi dinamika sosial di sekitarnya.
Onee kotoba, a speech style conventionally associated with Japanese effeminate male subcultures, notably within waria and homosexual communities, is characterized by its deployment of feminized lexical items, exaggerated expression, and performative nuance. This study explores the linguistic and pragmatic dimensions of onee kotoba as employed by the character Grell Sutcliff in the manga Kuroshitsuji, with particular emphasis on locutionary acts. Anchored in a descriptive qualitative paradigm and guided by pragmatic theory, the analysis draws upon transcribed dialogues, employing observational and note-taking techniques for data collection. A categorization table serves as the primary research instrument, systematically mapping the stylistic and speech-act features of onee kotoba. The analytical framework integrates Austin’s speech act theory and Hymes’ SPEAKING model to interrogate the interplay between language form, function, and social meaning. Findings reveal a dominant usage of linguistic markers such as 「アタシ」、 「あんた」、and「~わ」, with declarative locutions often saturated in expressive intensity, functioning to articulate emotional excess and construct a flamboyant persona. Additionally, imperative forms emerge as tools of persuasion, subtly reshaping interpersonal engagement. The study identifies affective proximity, mood modulation, and subversion of normative discourse as underlying motivations for such linguistic choices. Ultimately, onee kotoba is reframed not merely as a marker of gender identity performance, but as a strategic communicative resource through which Grell negotiates, disrupts, and reconfigures social dynamics within the diegetic space.