ANALYSIS OF NATIONAL AND LOCAL MEDIA FRAMING IN REPORTING ON THE FREE NUTRITIONAL MEAL PROGRAM
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan prioritas pemerintah yang memiliki implikasi luas, baik secara sosial, fiskal, maupun tata kelola. Kebijakan ini tidak hanya dijalankan sebagai program pemenuhan gizi, tetapi juga dikonstruksikan melalui pemberitaan media massa yang berperan membentuk pemahaman dan legitimasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola framing pemberitaan Program Makan Bergizi Gratis di media nasional dan media lokal, serta mengkaji bagaimana media mengonstruksi makna legitimasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Robert N. Entman yang mencakup empat elemen, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Objek penelitian meliputi pemberitaan Program Makan Bergizi Gratis pada media nasional Tempo.co dan media lokal Surya.co.id. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pola framing yang signifikan antara media nasional dan media lokal. Tempo.co cenderung membingkai Program Makan Bergizi Gratis secara kritis-analitis dengan menonjolkan aspek rasionalitas kebijakan, kesiapan anggaran, risiko implementasi, serta potensi masalah struktural dalam pelaksanaan program. Sebaliknya, Surya.co.id lebih menekankan kedekatan lokal dengan menyoroti pengalaman lapangan, respons masyarakat, serta peran pemerintah daerah, sehingga program ditampilkan sebagai kebijakan yang hadir dan dirasakan secara langsung. Dalam konstruksi legitimasi, media nasional membangun legitimasi bersyarat yang bertumpu pada evaluasi rasional dan teknis, sementara media lokal membangun legitimasi berbasis pengalaman empiris dan stabilitas sosial di tingkat daerah. Temuan ini menegaskan bahwa framing media tidak hanya merefleksikan realitas kebijakan, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk penerimaan, resistensi, dan legitimasi publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperluas kajian framing pada konteks kebijakan pangan dan gizi, serta kontribusi praktis dalam memahami peran media sebagai pengawas sekaligus stabilisator kebijakan publik.
Kata Kunci: Framing Media, Legitimasi Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis, Tempo.co, Surya.co.id.
The Free Nutritious Meal Program (Makan Bergizi Gratis/MBG) is one of the government’s priority policies with broad social, fiscal, and governance implications. Beyond functioning as a nutrition intervention, this program is also constructed through media coverage that shapes public understanding and policy legitimacy. This study aims to analyze media framing patterns of the Free Nutritious Meal Program in national and local media, as well as to examine how media construct the legitimacy of this policy. Using a qualitative approach, this research applies Robert N. Entman’s framing analysis model, which consists of four elements: define problems, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendation. The research objects include coverage of the MBG Program in the national media Tempo.co and the local media Surya.co.id. The findings reveal significant differences in framing patterns between national and local media. Tempo.co tends to frame the MBG Program in a critical and analytical manner, emphasizing policy rationality, budget readiness, implementation risks, and potential structural challenges. In contrast, Surya.co.id focuses more on local proximity by highlighting field experiences, community responses, and the role of local governments, presenting the program as a policy that is directly experienced by the public. In terms of legitimacy construction, national media build conditional legitimacy based on rational and technical evaluation, while local media construct legitimacy through empirical experiences and social stability at the local level. These findings indicate that media framing not only reflects policy realities but also actively shapes public acceptance, resistance, and legitimacy of the Free Nutritious Meal Program. This study contributes theoretically by extending framing analysis to the context of food and nutrition policy and practically by elucidating the dual role of media as both policy watchdogs and stabilizers.
Keywords: Media Framing, Policy Legitimacy, Free Nutritious Meal Program, Tempo.co, Surya.co.id.