THE RASIONALITY OF SURABAYA STATE UNIVERSITY STUDENTS IN CHOOSING TEACHING MAJORS: AN ANALYSIS OF MAX WEBER'S SOCIAL ACTION
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat memandang jika aktivitas mendidik tidak cocok untuk kaum laki-laki sehingga perempuan harus mengambil alih aktivitas ini. Pandangan tersebut lama kelamaan menyebabkan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan semakin terlihat jelas. Selama enam bulan observasi di Universitas Negeri Surabaya ditemukan fenomena menarik tentang dominasi gender di mana jurusan keguruan memiliki populasi mahasiswi lebih besar daripada mahasiswa. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis alasan yang digunakan mahasiswa dalam memilih jurusan keguruan dengan mengadopsi jenis penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer. Data sekunder berasal dari buku, jurnal, skripsi, dan dokumen yang masih mempunyai ketertarikan pada topik penelitian. Kemudian data primer diperoleh melalui observasi non-partisipan dan wawancara tidak terstruktur. Selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis data model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa laki-laki memilih jurusan keguruan diambil setelah mempertimbangan prospek pekerjaan masa depan (tindakan rasionalitas instrumental), merujuk pada nilai agama (tindakan rasionalitas nilai), mengacu terhadap perasaan hati (tindakan afektif), dan melanjutkan tradisi keluarga yang mayoritas berkarir di bidang pendidikan (tindakan tradisional). Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih fokus dalam aspek faktor eksternal (dukungan ekonomi), penelitian ini justru lebih menyoroti alasan internal yang lebih kompleks.
In everyday life, society views that educational activities are not suitable for men so that women must take over this activity. This perception has gradually led to a clearer division of roles between men and women. During a six-month observation at Surabaya State University, an interesting phenomenon of gender dominance was discovered, when the education department had a larger female student population than male students. This study aimed to analyze the reasons given by students for choosing the education department by adopting a qualitative research method. The data sources used are secondary data and primary data. Secondary data comes from books, journals, theses, and documents that still have an appeal to the research topic. Then the primary data is obtained through non-participant observation and unstructured interviews. Furthermore, it is explained using the interactive model data analysis technique from Miles and Huberman. The results of the study indicate that male students decisions to choose the education major were made after considering future job prospects (instrumental rationality), referring to religious values (value rationality), referring to feelings (affective action), and continuing the family tradition of pursuing a career in education (traditional action). Unlike previous studies that focused more on external factors (economic support), this study highlights more complex internal reasons.