Alih Wahana Sastra Lisan Sendang Duwur Lamongan ke dalam Medium Seni Visual
Transformation of the Oral Literature of Sendang Duwur Lamongan into a Visual Arts Medium
Perupa melakukan proses penciptaan karya seni dengan metode alih wahana yang bersumber dari sastra lisan desa Sendang Duwur, fokus ide penciptaannya adalah mewujudkan objek yang diinterpretasi secara prospektif. Penciptaan karya ini bertujuan untuk membingkai ulang kekayaan nilai tradisi masyarakat berupa folklor ke dalam ranah seni masa kini. Perbedaan penciptaan perupa dengan perupa lain adalah karya ini didasarkan dari hasil riset atau penggabungan dari beberpa kode menjadi karya yang akulturatif. Proses penciptaan ini menggunakan pendekatan Practice-Led Research yang dipadukan dengan metode penciptaan oleh Hawkins yang membagi tiga tahapan yaitu eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan. Analisis data dilakukan melalui analisis sastra lisan (antropologi sastra) dan analisis ikonografi. Penciptaan ini menghasilkan tujuh karya yang dibuat dengan teknik melukis diatas kertas yang mengadaptasi gaya Miniature Painting dengan ornamen dari akulturasi budaya. Pendekatan estetik yang dilakukan antara lain pembingkaian ulang (reframing), interpretasi prospektif, kode ganda (double coding), nostalgia dan akulturasi, serta intertekstualitas. Pesan dalam folklor ditransformasikan dalam bentuk visual simbolik. Kearifan lokal dari tradisi dan budaya Nusantara dapat diolah dalam praktik seni masa kini sehinga pemahaman aspek kejarahan seni rupa maupun tradisi budaya lokal akan menghasilkan wawasan dan wacana yang berkesinambungan.
Kata kunci: Sendang Duwur, Sastra Lisan, Alih Wahana, Lukisan Miniatur
The artist carries out the process of creating works of art using the transfer method which originates from the oral literature of Sendang Duwur village, the focus of the idea of creation is to materialize objects that are interpreted prospectively. . The difference between an artist’s creation and that of other artists is that this work is based on the results of research or a combination of several codes into an acculturative work. This creation process uses a Practice-Led Research approach combined with the creation method by Hawkins which divides into three stages, namely exploration, improvisation, and shaping. Data analysis was carried out through analysis of oral literature (literary anthropology) and iconographic analysis. This creation resulted in seven works made using painting techniques on paper which adapted the Miniature Painting style with ornaments from cultural acculturation. The aesthetic approaches included reframing, prospective interpretation, double coding, nostalgia and acculturation, intertextuality. Messages in folklore are transformed into symbolic visual forms. Local wisdom from the traditions and culture of the archipelago can be processed into contemporary art practices so that understanding aspects of the looting of fine arts and local cultural traditions will produce sustainable insights and discourses.
Keywords: Sendang Duwur, Oral Literature, Alih Wahana, Miniature Painting