Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi
Internet of Things (IoT) dengan sensor Elektromiografi (EMG) dalam pembelajaran
deteksi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada mata kuliah Teknologi Olahraga
di Universitas Negeri Surabaya. Teknologi ini dikembangkan untuk membantu mahasiswa
memahami konsep fisiologi otot, mendeteksi gejala CTS, serta menganalisis data sinyal
otot secara real-time melalui aplikasi berbasis IoT. Penelitian menggunakan desain
pre-eksperimental one-group pretest-posttest ,
dengan tahap pengukuran awal, pembelajaran menggunakan prototipe berbasis IoT, dan
pengukuran akhir. Hasil penelitian menunjukkan validitas media pembelajaran sangat
tinggi, dengan skor 98% untuk media ajar dan 97% untuk modul ajar. Analisis menggunakan
Paired Sample T-Test mengungkapkan peningkatan
signifikan pada nilai rata-rata mahasiswa, dari pre-test 60,71 menjadi post-test
86,25 (p < 0,05). Rata-rata nilai psikomotorik mahasiswa mencapai 84,00, dan
nilai afektif sebesar 85,36, keduanya berada di atas Kriteria Ketuntasan Minimal
(KKM). Respon mahasiswa terhadap media pembelajaran menunjukkan kepraktisan tinggi
(96,67%), mencerminkan penerimaan positif terhadap alat ini yang dinilai praktis,
relevan, dan efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan IoT dengan sensor
EMG tidak hanya mampu meningkatkan pemahaman kognitif, keterampilan psikomotorik,
dan sikap mahasiswa, tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang interaktif
dan aplikatif. Media pembelajaran ini dapat menjadi model inovatif yang relevan
dalam mendukung pendidikan berbasis teknologi, khususnya dalam pengembangan solusi
kesehatan preventif seperti deteksi CTS. Temuan ini diharapkan dapat diterapkan
lebih luas dalam dunia pendidikan maupun pelayanan kesehatan masyarakat.
Kata kunci: CTS, d eteksi dini, EMG, m edia pembelajaran inovatif , p embelajaran
teknologi olahraga.