Penerapan Teknik Jigsaw di SMP: Eksplorasi Kualitatif Pengalaman Guru dan Siswa dalam Pemahaman Membaca
The Application of the Jigsaw Technique in Junior High School: A Qualitative Exploration of Teacher and Student Experiences in Reading Comprehension
Penelitian ini mengeksplorasi penerapan teknik Jigsaw dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa SMP melalui pembelajaran kolaboratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana persepsi siswa dan guru terhadap penggunaan teknik Jigsaw dalam aktivitas membaca, dan (2) tantangan yang dihadapi guru dan siswa serta solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui catatan lapangan, observasi kelas, wawancara guru, dan kuesioner siswa. Partisipan dipilih secara purposive dari satu kelas yang diketahui mengalami kesulitan signifikan dalam membaca. Data dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dan ditriangulasi dengan sumber sekunder untuk memastikan validitas. Temuan menunjukkan bahwa siswa secara umum merespons positif terhadap teknik Jigsaw. Mereka mengalami peningkatan keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri, khususnya melalui diskusi kelompok, pembagian peran, dan kegiatan translanguaging. Pengalaman ini sejalan dengan teori belajar sosial Vygotsky, hipotesis filter afektif Krashen, dan konsep efikasi diri dari Bandura. Namun, ditemukan juga perbedaan pengalaman di kalangan siswa yang memiliki kemampuan rendah atau gaya belajar yang berbeda, sehingga menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang terdiferensiasi. Tantangan yang muncul meliputi ketimpangan partisipasi, keterbatasan waktu, serta hambatan eksternal seperti faktor sosial ekonomi. Guru mengatasi tantangan ini dengan menyediakan materi pendukung, menggunakan media multimedia, dan melakukan rotasi peran dalam kelompok untuk menjaga keadilan dan kejelasan. Umpan balik dari siswa juga menyoroti pentingnya pengenalan kosakata sebelum kegiatan, fleksibilitas dalam pembagian peran, serta fasilitasi aktif dari guru. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa teknik Jigsaw dapat secara efektif meningkatkan pemahaman membaca dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan berpusat pada siswa, jika diterapkan dengan perencanaan matang dan dukungan adaptif. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada desain instruksional yang peka terhadap konteks serta refleksi guru secara berkelanjutan dalam merespons kebutuhan peserta didik yang beragam.
This study explores the implementation of the Jigsaw technique in enhancing reading comprehension among junior high school students through collaborative learning. It aims to investigate (1) how students & teacher perceive the use of the Jigsaw technique in reading activities, and (2) the challenges encountered by both teachers and students, along with the solutions implemented. Employing a qualitative descriptive design, the research collected data through field notes, classroom observations, teacher interviews, and student questionnaires. The participants were selected using purposive sampling from a class identified as having significant reading difficulties. The data were analyzed using descriptive analytical methods and triangulated with secondary sources to ensure validity. Findings reveal that students generally responded positively to the Jigsaw technique. They reported increased engagement, motivation, and confidence, particularly benefiting from peer-led discussions, role assignments, and opportunities for translanguaging. These experiences align with Vygotsky’s social learning theory,Krashen’s affective filter hypothesis, and Bandura’s concept of self efficacy. However, disparities were observed among students with lower proficiency or different learning preferences, underscoring the need for differentiated instruction. Challenges included unequal participation, time constraints, and external factors such as socioeconomic barriers. Teachers addressed these issues by providing scaffolding materials, incorporating multimedia resources, and rotating peer roles to maintain fairness and clarity. Student feedback further emphasized the importance of pre teaching key vocabulary, flexible group roles, and active teacher facilitation. Overall, the study concludes that when implemented with thoughtful planning and adaptive support, the Jigsaw technique effectively fosters reading comprehension and promotes a more inclusive, student-centered classroom environment. Its success, however, relies heavily on context-sensitive instructional design and continuous teacher reflection to meet diverse learner needs.