Pemilihan Mata Pelajaran Pasca Penerapan Kurikulum Merdeka di MAN 2 Kota Madiun
Subject Selection After the Implementation of the Merdeka Curriculum at MAN 2 Kota Madiun
Penerapan Kurikulum Merdeka sebagai pengganti Kurikulum 2013 membawa perubahan terhadap sistem penjurusan di jenjang sekolah menengah atas. Pada Kurikulum Merdeka, jurusan IPA, IPS, dan Bahasa telah ditiadakan. Sebagai gantinya, peserta didik dapat memilih mata pelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, kemampuan, dan rencana karir pada fase F. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji rasionalitas peserta didik dalam memilih mata pelajaran pilihan sebagai ganti dari peniadaan jurusan IPA dan IPS pasca diterapkannya Kurikulum Merdeka. Dalam menentukan pilihan, peserta didik mempertimbangkan hal-hal yang dinilai dapat memberikan keuntungan demi mencapai tujuan yang diinginkan dari mata pelajaran pilihan yang dipilih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori pilihan rasional James Coleman sebagai pisau analisis. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara kepada 11 peserta didik kelas XI yang telah memilih mata pelajaran pilihan dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan peserta didik dalam memilih mata pelajaran pilihan dipengaruhi oleh beberapa pertimbangan berupa pola modus operandi berupa minat, rencana karir, lingkungan pertemananm dan intervensi orang tua. Kemudian didukung oleh sumber daya yang dimiliki, yakni modal sosial, bakat dan kemampuan, serta modal ekonomi. Selain itu, pendampingan yang diberikan oleh sekolah turut berpengaruh pada pemahaman peserta didik terkait sistem pemilihan mata pelajaran pilihan di Kurikulum Merdeka.
The implementation of the Merdeka Curriculum as a replacement for the 2013 Curriculum has brought changes to the subject selection system at the senior high school level. In the Merdeka Curriculum, the specialization subjects such as sciences studies major, social studies major, and language major have been abolished. Instead, students can choose subjects that align with their interests, talents, abilities, and career plans during Phase F. This study aims to examine the rationality of students in selecting elective subjects as a replacement for the abolition of the science and social studies streams following the implementation of the Merdeka Curriculum. In making their choices, students consider factors they believe will provide advantages in achieving the desired objectives of the elective subjects they select. This study employs a descriptive qualitative method with James Coleman's rational choice theory as the analytical framework. Data collection was conducted through interviews with 11 students on XI grade who had selected elective subjects and documentations study. The data analysis techniques used include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that students' decisions in choosing elective subjects are influenced by several considerations, including their modus operandi patterns, such as interests, career plans, social environment, and parental intervention. These are further supported by the resources they possess, namely social capital, talent and ability, as well as economic capital. Furthermore, the guidance provided by schools also influences students' understanding of the elective subject selection system in the Merdeka Curriculum.