Dampak Penggunaan Interaksi Game Online Terhadap Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun di Surabaya
The Impact of Online Gaming Interaction on the Social-Emotional Skills of 5-6 Year Old Children in Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan interaksi game online terhadap kemampuan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di Surabaya dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode ex post facto Responden dalam penelitian ini adalah ibu kandung anak usia 5–6 tahun yang dianggap memiliki kedekatan emosional serta pemahaman yang memadai terhadap kondisi sosial emosional anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan dimensi penggunaan interaksi game online dan kemampuan sosial emosional anak, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan interaksi game online memiliki dampak yang signifikan dengan arah hubungan negatif terhadap kemampuan sosial emosional anak usia 5–6 tahun di Surabaya, yang ditunjukkan oleh menurunnya kemampuan interaksi sosial, kerja sama, empati, serta pengendalian emosi dan perilaku anak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi intensitas penggunaan interaksi game online, maka semakin besar potensi terhambatnya perkembangan sosial emosional anak usia dini, sehingga diperlukan peran orang tua dan pendidik dalam mengawasi dan mengarahkan penggunaan game online agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
This study aims to determine the impact of online game interaction on the social emotional abilities of 5-6 year old children in Surabaya using a quantitative approach and ex post facto method. The respondents in this study were the biological mothers of 5-6 year old children who were considered to have emotional closeness and adequate understanding of their children's social-emotional conditions. Data were collected through questionnaires designed based on the dimensions of online game interaction use and children's social-emotional abilities, then analyzed using simple linear regression with the help of the SPSS 22 program. The results showed that the use of online game interactions had a significant negative impact on the social emotional abilities of 5-6 year old children in Surabaya, as indicated by a decline in social interaction, cooperation, empathy, and control of children's emotions and behavior. Based on these results, it can be concluded that the higher the intensity of online game interaction usage, the greater the potential for hindering the social emotional development of early childhood, thus requiring the role of parents and educators in supervising and directing online game usage so that it does not have a negative impact on children's development.