Dinamika Psikologis Mahasiswa dari Keluarga Bercerai
Psychological Dynamics of Students from Divorced Families
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika psikologis mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai dengan meninjau aspek emosional, strategi coping, resiliensi, dan dukungan sosial yang memengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap tiga mahasiswa berusia 21–23tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pedoman semi-terstruktur dan dianalisis menggunakanmodel interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua menimbulkan reaksi emosional negatif seperti kesedihan, kemarahan, dan kehilangan, namun mahasiswa mampu menyesuaikan diri melalui mekanisme coping yang adaptif, aktivitas positif, serta dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan sosial. Resiliensi muncul sebagai faktor utama dalam membantu mahasiswa mengatasi tekanan emosional dan membangun motivasi untuk berprestasi. Penelitian ini menegaskan bahwa dampak psikologis perceraian tidak bersifat permanen, melainkan dapat dikelola melalui kemampuan adaptasi dan dukungan sosial yang memadai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program konseling dan pendampingan psikologis di perguruan tinggi guna meningkatkan kesejahteraan emosional mahasiswa broken home.
This study aims to examine the psychological dynamics of university students from divorced families by exploringemotional aspects, coping strategies, resilience, and social support that influence their psychological well-being. This research employs a qualitative approach with a case study design involving three students aged 21–23years selected through purposivesampling. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that parental divorce triggers negative emotional responses such as sadness, anger, and loss; however, students are able to adjust through adaptive coping mechanisms, positive activities, and social support from family and peers. Resilience emerged as a key factor in helping students manage emotional distress and rebuild motivation for academic achievement. This study concludes that the psychological effects of divorce are not permanent but can be managed through adequate adaptation abilities and strong social support. The findings are expected to serve as a foundation for developing counseling and psychological assistance programs in higher education institutions to enhance the emotional well-being of students from broken home families