SIMILE DALAM ALBUM “RED” (VERSI TAYLOR SWIFT): SEBUAH ANALISIS GAYA BAHASA
SIMILE IN TAYLOR SWIFT’S “RED” (TAYLOR’S VERSION) ALBUM: A STYLISTIC ANALYSIS
Dengan menggunakan Teori Relevansi sebagai kerangka analisis, penelitian ini mencoba untuk menemukan dan memeriksa perumpamaan dalam album Taylor Swift yang berjudul Red (Taylor's Version). Menemukan perumpamaan dalam lirik album dan menganalisis bagaimana perumpamaan tersebut mengekspresikan beberapa makna yang menambah kedalaman emosional lagu adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menemukan dan menganalisis perumpamaan dalam 30 lagu dari album tersebut.
Berdasarkan hasil temuan, 31 perumpamaan ditemukan dalam 20 lagu dan dibagi menjadi perumpamaan terbuka dan tertutup dengan menggunakan sistem klasifikasi Tulung, Maru, dan Kumayas (2023). Mayoritas perumpamaan dalam album ini bersifat interpretatif, bukan deskriptif, karena perumpamaan ini mengajak pendengar untuk membuat kesimpulan dan berpikir secara emosional, yang konsisten dengan penekanan Teori Relevansi pada interpretasi kontekstual dan efek kognitif.
Menurut penelitian tersebut, Taylor Swift dengan terampil menggunakan perumpamaan sebagai perangkat gaya untuk menyampaikan peristiwa emosional yang sulit termasuk cinta, kesedihan, penyesalan, dan pemulihan. Kualitas lirik lagu-lagu tersebut ditingkatkan dengan perumpamaan ini, yang juga membantu pendengar untuk berhubungan dengan subjek album dan membuat lagu-lagu tersebut mudah diingat. Dengan menunjukkan bagaimana bahasa kiasan, khususnya simile, dapat digunakan untuk menyampaikan makna yang mendalam dalam lirik lagu, penelitian ini memajukan analisis gaya dalam studi sastra dan musik populer.
Using Relevance Theory as the analytical framework, this study attempts to locate and examine the similes in Taylor Swift's album Red (Taylor's Version). Finding the similes in the album's lyrics and analysing how they express several meanings that add to the songs' emotional depth are the goals of this study. The study uses a descriptive qualitative approach to find and analyse similes in 30 of the album's tracks.
According to the findings, 31 similes were discovered in 20 songs and were divided into open and closed similes using the Tulung, Maru, and Kumayas (2023) classification system. The majority of the album's similes are interpretive rather than descriptive since they call on the listener to make deductions and think emotionally, which is consistent with Relevance Theory's emphasis on contextual interpretation and cognitive effects.
According to the research, Taylor Swift skilfully uses similes as a stylistic device to relatably convey difficult emotional events including love, grief, regret, and recovery. The songs' lyrical quality is improved by these similes, which also help listeners relate to the album's subjects and make the songs memorable. By demonstrating how figurative language specifically, similes, can be employed to convey profound meanings in song lyrics, this study advances stylistic analysis in literary and popular music studies.