Pengembangan Modul Ajar Literasi Dini Berbasis Pengatur Grafis
Development Of Early Literacy Teaching Modules Based On Graphic Organizer
Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar literasi dini berbasis pengatur grafis untuk pembelajaran PAUD yang sesuai dengan standar elemen dan capaian pembelajaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Model pengembangan modul ajar yang digunakan adalah PLOMP dengan tiga tahap yaitu penelitian awal, perancangan prototipe, tahap penilaian. Modul ajar disusun berdasarkan kebutuhan dengan melakukan wawancara kepada pendididk di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik. Langkah selanjutnya adalah mengaji dari berbagai literatur sebelum mengembangkan kerangka modul ajar. Setelah dikembangkan, modul ajar divalidasi oleh validator ahli dibidang bahasa dan media untuk mendapatkan masukan. Setelah perbaikan, modul ajar diuji coba pada kelompok terbatas melalui diskusi terpumpun dengan pihak yang relevan yakni pendidik, dosen PAUD, dan teman sejawat untuk mendapat masukan. Tahap terakhir setelah dilakukan perbaikan pada modul ajar adalah melakukan uji coba pada kelompok yang lebih luas dengan subjek dua kelas jenjang TK B di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket validasi, unjuk kerja diskusi terpumpun, dan pengamatan uji coba. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan; (1) Proses pengembangan modul ajar pembelajaran literasi dini berbasis pengatur grafis di TK ‘Aisiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik telah melalui tahapan pengembangan model PLOMP dengan melibatkan pengatur grafis sebagai model pembelajaran, (2) Hasil pengembangan modul ajar pembelajaran literasi dini berbasis pengatur grafis di TK ‘Aisiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik melalui LKPD yang sesuai dengan pengatur grafis mampu melatih keterampilan menyimak dan berbicara peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa modul ajar literasi dini berbasis pengatur grafis telah memenuhi unsur valid dan efektif sehingga layak digunakan untuk melatih keterampilan menyimak dan berbicara peserta didik.
This study aims to develop an early literacy teaching module based on graphic organizers for PAUD learning that is in accordance with the elements and learning achievement standards of the Indonesian Ministry of Education and Culture. The teaching module development model used is PLOMP with three stages, namely initial research, prototype design, and assessment stage. The teaching module is prepared based on needs by conducting interviews with educators at TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik. The next step is to study various literature before developing the teaching module framework. After being developed, the teaching module is validated by expert validators in the field of language and media to get input. After improvements, the teaching module is tested in limited groups through focused discussions with relevant parties, namely educators, PAUD lecturers, and colleagues to get input. The last stage after improvements to the teaching module is to conduct a trial on a wider group with subjects of two classes of TK B level at TK 'Aisyiyah Bustanu Athfal 45 Bambe Gresik. Data collection was conducted through interviews, validation questionnaires, focused discussion performance, and trial observations. The data analysis used was descriptive-quantitative.
The results of the study showed; (1) The process of developing early literacy learning modules based on graphic organizers at TK 'Aisiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik has gone through the stages of developing the PLOMP model by involving graphic organizers as a learning model, (2) The results of developing early literacy learning modules based on graphic organizers at TK 'Aisiyah Bustanul Athfal 45 Bambe Gresik through LKPD in accordance with graphic organizers are able to train students' listening and speaking skills. Based on these results, it is concluded that the early literacy learning module based on graphic organizers has met the valid and effective elements so that it is suitable for use to train students' listening and speaking skills.