Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media pembelajaran berupa Modul Interaktif peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Audio Video di SMK Negeri 7 Surabaya dengan materi kompetensi dasar Menganalisis Biaya Produksi Prototipe; (2) mengukur kelayakan Modul Interaktif sebagai media pembelajaran berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, guru PKK, peserta didik; dan (3) untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah menggunakan Modul Interaktif. Penelitian ini menggunakan model Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model pengembangan ADDIE, yaitu: 1) Analisis, 2) Desain, 3) Pengembangan, 4) Implementasi, dan 5) Evaluasi. Pada tahap pengembangan, kelayakan Modul Pembelajaran Interaktif divalidasi oleh satu ahli materi, satu ahli media, satu guru pkk, dan 38 peserta didik kelas XI TPM 2 sebagai peserta didik uji coba lapangan. Pengukuran motivasi belajar peserta didik dilakukan terhadap 37 peserta didik kelas XI TAV 1. Teknik pengumpulan data dalam penelitian pengembangan ini menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh dari kuesioner dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Modul Interaktif sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dinyatakan dalam kategori Sangat Layak dengan skor rata-rata 4,72 oleh ahli materi, 4,71 oleh ahli media, 4,79 oleh guru PKK, dan 4,33 oleh peserta didik. Berdasarkan analisis motivasi belajar peserta didik sebelum dan sesudah penggunaan Modul Interaktif diperoleh peningkatan sebesar 9,56% dari 70,24% menjadi 79,80%. Pada uji t sampel berpasangan diperoleh t empiris 9,967, dengan sig. 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan, sehingga kesimpulannya adalah pengembangan Modul Interaktif dapat meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik.
Kata Kunci: Modul Interaktif, Motivasi Belajar, ADDIE, Menganalisis Biaya Produksi Prototipe