ABSTRAK
Shofatun, Anis. 2025. Pengembangan Model Collaborative Ethno scientific Literacy Learning
(CELL) Untuk Melatihkan Kompetensi
Literasi Etnosains dan Keterampilan Kolaborasi Siswa SMP. Disertasi, Program
Studi S3 Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
(FMIPA) Universitas Negari Surabaya. Prmotor Prof. Dr. Rudiana Agustini,
M.Pd, dan Co-Promotor Prof. Dr. sc.agr. Yuni Sri Rahayu, M.Si
Kata-kata Kunci : Model pembelajaran
CELL, Collaborative Ethnoscientific ,
Literasi etnosains, Keterampilan kolaborasi
Kompetensi literasi etno sains
dan keterampilan kolaborasi menjadi isu penting bagi pendidikan dasar dan menengah dalam menyiapkan lulusan yang
berkualitas dan siap menghadapi
tantangan global. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran sains yang
valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan literasi
etnosains dan keterampilan kolaborasi siswa SMP. Model tersebut dinamakan CELL (Collaborative Ethnoscientific Literacy Learning) . Penelitian ini dilaksanakan melalui tiga tahap: tahap
studi pendahuluan, tahap pengembangan
prototipe , dan tahap penilaian. Tahap
studi pendahuluan meliputi kajian teori dan studi lapangan sebagai landasan
untuk menyusun model
hipotetik. Tahap pengembangan
prototipe meliputi kegiatan validasi ahli , dan uji coba model. Tahap penilaian meliputi
implementasi prototype
untuk menghasilkan model pembelajaran Collaborative Ethno scientific (CELL). Uji coba dan implementasi model dilakukan pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik dan
SMP Negeri 1 Rengel Tuban pada
tahun akademik 2023-2024 sejumlah 124 siswa. Pengumpulan data
dilakukan dengan teknik validasi, observasi, angket, dan tes. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif
kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung N-gain , dan uji statistik parametrik.
Novelty pada penelitian ini menekankan pada pentingnya kegiatan penyelidikan
kolaborasi (Collaborative Investigation )
untuk melatihkan literasi etnosain dan keterampilan kolaborasi. Hasil
penelitian pada uji coba terbatas dan uji coba luas model meliputi: validasi
model dan perangkat pendukung memperoleh skor Aiken’s validity > 0.90 dengan kategori sangat valid.
Kepraktisan model CELL berkategori sangat baik dengan skor > 3.00.
Keefektifan model CELL mendapat skor rata-rata N-gain > 0.70 dengan kategori
efektif dalam melatihkan kompetensi literasi etnosains dan keterampilan
kolaborasi siswa. Sedangkan sebanyak 90% siswa memberikan respon positif
terhadap penerapan model CELL. Berdasarkan uraian di atas, model pembelajaran
CELL memenuhi standar kevalidan, kepraktisan dan keefektifan dalam meningkatkan
kompetensi literasi etnosains dan keterampilan kolaborasi. Limitasi penelitian
ini masih terbatas pada lokasi yang masih skala regional dan materi berfokus
pada topik Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia.