DISKRIMINASI UPAH TENAGA BURUH TANI PEREMPUAN DI DESA HARGOMULYO KECAMATAN KEDEWAN KABUPATEN BOJONEGORO
WAGE DISCRIMINATION AGAINST FEMALE AGRICULTURAL WORKERS IN HARGOMULYO VILLAGE, KEDEWAN SUBDISTRICT, BOJONEGORO REGENCY
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena diskriminasi upah yang dihadapi oleh buruh tani perempuan di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi dampak dari diskriminasi upah ini terhadap kehidupan sehari-hari para buruh tani perempuan, serta aspek-aspek yang terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian mengungkapkan adanya pengalaman diskriminasi upah yang signifikan terhadap buruh tani perempuan di Desa Hargomulyo. Dampak dari diskriminasi ini sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari mereka. Para buruh tani perempuan menghadapi ketidakpastian pendapatan karena bergantung pada permintaan pekerjaan dan hasil panen yang tidak stabil. Selain itu, perbedaan upah yang signifikan antara buruh tani perempuan dan laki-laki juga menimbulkan ketidakadilan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Fasilitas kerja yang lebih baik diberikan kepada laki-laki, sementara perempuan hanya mendapatkan fasilitas yang lebih minim.
Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pembagian beban kerja yang tidak adil, di mana pekerjaan yang lebih berat cenderung diberikan kepada laki-laki. Hal ini menyebabkan rasa ketidakadilan dalam pembagian beban kerja. Meskipun buruh tani perempuan merasa mampu melakukan pekerjaan yang dianggap lebih berat, namun perbedaan perlakuan masih tetap ada.
Dampak diskriminasi upah terhadap kehidupan buruh tani perempuan di Desa Hargomulyo mencakup aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Ketidakpastian pendapatan menyebabkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan perbedaan upah yang tidak adil menimbulkan ketidakpuasan dan perasaan tidak dihargai. Selain itu, perbedaan fasilitas kerja juga menunjukkan ketidaksetaraan dan diskriminasi gender yang terjadi dalam dunia kerja. Penelitian ini mendorong perlunya tindakan yang lebih adil dan inklusif dalam pengupahan dan pembagian pekerjaan di sektor pertanian, dengan mengakui kontribusi signifikan yang diberikan oleh buruh tani perempuan. Keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan perlindungan hak-hak buruh tani perempuan yang lebih baik di masa depan.
Kata Kunci: Diskriminasi Upah, Buruh Tani Perempuan, Ketidaksetaraan Gender, Pertanian, Desa Hargomulyo.
This research aims to examine the phenomenon of wage discrimination faced by female agricultural laborers in Hargomulyo Village, Kedewan Subdistrict, Bojonegoro Regency. In this study, we explore the impacts of this wage discrimination on the daily lives of female agricultural laborers, as well as related aspects. The research employs a qualitative approach with in-depth interviews as the data collection method. The results reveal significant experiences of wage discrimination among female agricultural laborers in Hargomulyo Village. The impact of this discrimination is deeply felt in their daily lives. Female agricultural laborers face income uncertainty due to fluctuations in job demand and unstable harvests. Furthermore, the significant wage gap between female and male agricultural laborers leads to injustice and difficulties in meeting their basic needs. Better working facilities are provided to males, while females receive minimal facilities.
Moreover, the research also highlights the unfair distribution of labor, where heavier tasks tend to be assigned to males, creating a sense of injustice in work allocation. Although female agricultural laborers feel capable of performing tasks deemed more strenuous, differences in treatment persist.
The impact of wage discrimination on the lives of female agricultural laborers in Hargomulyo Village encompasses economic, social, and psychological aspects. Income uncertainty results in challenges in meeting daily needs, and the unfair wage disparity generates dissatisfaction and feelings of undervaluation. Additionally, discrepancies in working facilities underscore gender inequality and workplace discrimination.
This research underscores the necessity for fair and inclusive actions in wage determination and job allocation within the agricultural sector, recognizing the significant contributions made by female agricultural laborers. Active engagement from various stakeholders, including the government and society, is required to address these issues and ensure better protection of the rights of female agricultural laborers in the future.
Keywords: Wage Discrimination, Female Agricultural Laborers, Gender Inequality, Agriculture, Hargomulyo Village.