TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM HAIKYUU!! GOMI SUTEBA NO KESSEN KARYA HARUICHI FURUDATE (KAJIAN PRAGMATIK)
EXPRESSIVE SPEECH ACTS IN THE FILM HAIKYUU!!: GOMI SUTEBA NO KESSEN BY HARUICHI FURUDATE
(A PRAGMATIC STUDY)
Kajian pragmatik memandang bahasa sebagai alat komunikasi yang tidak terlepas dari konteks sosial dan situasi tutur. Salah satu kajian penting dalam pragmatik adalah tindak tutur ekspresif, yaitu tuturan yang merefleksikan sikap psikologis penutur terhadap suatu keadaan. Media film menjadi objek yang relevan untuk kajian ini karena menampilkan penggunaan bahasa secara kontekstual melalui interaksi antartokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur ekspresif berdasarkan teori Searle serta bentuk tindak tutur berdasarkan klasifikasi Wijana dalam film Haikyuu!! Gomi Suteba no Kessen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa dialog antartokoh dalam film. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat serta metode dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 39 data tindak tutur ekspresif yang mencakup enam fungsi, yaitu berterima kasih, memberi selamat, meminta maaf, memuji, mengeluh, dan mengkritik. Dari keseluruhan data tersebut, fungsi memuji merupakan fungsi yang paling dominan, yang menunjukkan kuatnya ekspresi dukungan, apresiasi, dan motivasi dalam interaksi antartokoh. Selain itu, bentuk tindak tutur yang ditemukan meliputi tindak tutur langsung literal, langsung tidak literal, tidak langsung literal, dan tidak langsung tidak literal, dengan tindak tutur langsung literal sebagai bentuk yang paling banyak digunakan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif dalam film merefleksikan hubungan sosial yang erat, konteks situasi pertandingan, serta nilai sportivitas, solidaritas, dan saling menghargai yang menjadi karakter utama dalam interaksi komunikasi para tokoh.
Pragmatic studies view language as a form of social action that cannot be separated from its contextual and situational use. One important area within pragmatics is expressive speech acts, which reflect the speaker’s psychological attitudes toward particular situations. Films provide a relevant medium for pragmatic analysis because they present natural and contextualized language use through character interactions. This study aims to describe the functions of expressive speech acts based on Searle’s theory and to identify their forms based on Wijana’s classification in the film Haikyuu!! Gomi Suteba no Kessen. This research employs a qualitative descriptive approach, with data sourced from dialogues among characters in the film. Data were collected using observation and note-taking techniques combined with documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing.
The results show that 39 expressive speech acts were identified, encompassing six functions: thanking,congratulating,praising,apologizing, complaining, and critizing . Among these functions praising is the most dominant, indicating the strong presence of appreciation, encouragement, and emotional support in character interactions. In terms of form, the expressive speech acts are realized through direct literal, direct non-literal, indirect literal, and indirect non-literal forms, with direct literal speech acts occurring most frequently. These findings suggest that expressive speech acts in the film reflect social relationships, situational contexts, and cultural values such as sportsmanship, solidarity, and mutual respect among the characters.