PENGEMBANGAN MODUL KONSEP DIRI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA
DEVELOPMENT OF SELF-CONCEPT MODULE AS A DRUG ABUSE PREVENTION STRATEGY
Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja menjadi permasalahan yang semakin memprihatinkan, termasuk di lingkungan sekolah menengah kejuruan. Salah satu faktor yang turut berperan dalam kerentanan remaja terhadap pengaruh negatif adalah rendahnya konsep diri. Peserta didik yang memiliki konsep diri lemah cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, dan mengambil keputusan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul penguatan konsep diri sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan narkoba di SMK Negeri 13 Surabaya. Modul ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling yang interaktif. Proses pengembangan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validasi dilakukan oleh ahli dari Universitas Negeri Surabaya dan diuji cobakan kepada 10 peserta didik sebagai kelompok sasaran. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria kelayakan isi, penyajian, dan kebermanfaatan. Penerapan modul menunjukkan peningkatan konsep diri peserta didik yang ditandai dengan peningkatan dalam aspek citra tubuh, bahasa dan umpan balik dari lingkungan. Dengan demikian, modul ini dinilai layak dan efektif digunakan dalam layanan BK untuk mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba di sekolah
Drug abuse among adolescents is becoming an increasingly concerning problem, including in the vocational high school environment. One of the factors that contribute to adolescents' vulnerability to negative influences is low self-concept. Learners who have a weak self-concept tend to have difficulty in recognising their potential, building self-confidence, and making the right decisions. This study aims to develop a self-concept strengthening module as a preventive effort against drug abuse at SMK Negeri 13 Surabaya. This module is designed to support the implementation of systematic and interactive Guidance and Counselling services. The development process uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Validation was conducted by experts from Surabaya State University and tested on 10 students as the target group. The validation results showed that the module met the criteria of content, presentation, and usefulness. The application of the module showed an increase in learners' self-concept characterised by improvements in the aspects of body image, language and feedback from the environment. Thus, this module is considered feasible and effective to be used in counselling services to support the prevention of drug abuse in schools.