PENEMBAKAN MISTERIUS (PETRUS) DI JAWA TIMUR DALAM PEMBERITAAN SURAT KABAR SURABAYA POST TAHUN 1983-1985
MYSTERIOUS SHOOTINGS (PETRUS) IN EAST JAVA IN THE COVERAGE OF SURABAYA POST NEWSPAPER, 1983-1985
Penembakan Misterius (petrus) merupakan kebijakan keamanan yang dijalankan pemerintah Orde Baru pada periode 1983-1985 dengan tujuan menekan angka kriminalitas yang merajalela di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Kebijakan ini diwujudkan melalui Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) atau Operasi Clurit, yang menyasar preman, residivis, dan kelompok kriminal jalanan. Peristiwa ini menjadi salah satu fenomena penting dalam sejarah politik keamanan Indonesia, dan menarik perhatian media, khususnya Surabaya Post sebagai surat kabar daerah yang intens memberitakan kasus-kasus kriminalitas di Jawa Timur. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini, sebagai berikut : 1) Bagaimana latar belakang dan dampak peristiwa penembakan misterius (petrus) di Jawa Timur tahun 1983-1985?. 2) Bagaimana surat kabar Surabaya Post memberitakan peristiwa penembakan misterius (petrus) di Jawa Timur tahun 1983-1985?. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Menjelaskan latar belakang dan dampak peristiwa penembakan misterius (petrus) di Jawa Timur tahun 1983-1985. 2) Menjelaskan pemberitaan surat kabar Surabaya Post mengenai peristiwa penembakan misterius (petrus) di Jawa Timur tahun 1983-1985. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahap pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama penelitian adalah arsip pemberitaan Surabaya Post periode 1983-1985, ditunjang dengan literatur sekunder berupa buku, jurnal, dan penelitian terdahulu terkait penembakan misterius dan politik keamanan Orde Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Surabaya Post mengenai Petrus di Jawa Timur lebih menekankan aspek kriminalitas ketimbang aspek politik atau kemanusiaan. Berita-berita yang dimuat umumnya berupa laporan penemuan mayat misterius dengan ciri-ciri fisik tertentu, tanpa analisis mengenai pelaku maupun motif politik dibalik peristiwa tersebut. Framing yang digunakan cenderung menempatkan korban sebagai bromocorah atau residivis, sehingga membentuk opini publik bahwa operasi Petrus adalah langka wajar untuk menegakkan keamanan. Dengan demikian, Surabaya Post berperan tidak hanya sebagai penyampai fakta, tetapi juga sebagai media yang membantu menormalisasikan kebijakan keamanan Orde Baru di mata masyarakat Jawa Timur.
Kata kunci : Penembakan Misterius, Jawa Timur, Surabaya Post, Orde Baru
The Mysterious Shootings (Petrus) was a security policy implemented by the New Order government between 1983 and 1985 to suppress the rising crime rate across Indonesia, including in East Java. This policy was carried out through the Crime Eradication Operation (Operasi Pemberantasan Kejahatan/OPK), also known as Operasi Clurit, targeting gangsters, repeat offenders, and street criminals. The Petrus phenomenon became one of the most significant episodes in Indonesia’s security politics, drawing media attention, particularly from Surabaya Post, a regional newspaper that intensively reported on criminal cases in East Java. Based on the background of the problem, the research questions of this study are as follows : 1) What were the background and impacts of the mysterious shootings (Petrus) in East Java during 1983–1985?. 2) How did the Surabaya Post newspaper report on the mysterious shootings (Petrus) in East Java during 1983–1985?. The objectives of this study are : 1) To explain the background and impacts of the mysterious shootings (Petrus) in East Java during 1983–1985. 2) To explain how the Surabaya Post newspaper reported on the mysterious shootings (Petrus) in East Java during 1983–1985. This research applies the historical method, consisting of heuristics (source collection), source criticism, interpretation, and historiography. The primary sources are archives of Surabaya Post publications from 1983 to 1985, supported by secondary references such as books, journals, and previous studies on mysterious shootings and New Order security politics. The findings indicate that Surabaya Posts coverage of Petrus in East Java emphasized the criminal aspects rather than political or humanitarian dimensions. Most reports focused on the discovery of unidentified bodies with detailed physical descriptions, without further analysis of perpetrators or political motives behind the events. The framing consistently labeled the victims as bromocorah or repeat offenders, shaping public opinion that Petrus was a legitimate and necessary measure to maintain security. Thus, Surabaya Post functioned not only as an informer but also as a medium that contributed to normalizing the New Orders security policy in East Java.
Keyword : Mysterious Shootings, East Java, Surabaya Post, New Orde