Penerapan Kaligrafi Kalimat Thayyibah Dengan Teknik Batik Pada Hiasan Dinding Di Ekstrakurikuler Seni Man 1 Gresik
Application Of Thayyibah Sentence Calligraphy Using Batik Techniques
On Wall Decorations In The Man 1 Gresik Arts Extracurricular
Inovasi Media Pembelajaran yang memadukan budaya lokal dan nilai agama sangat diperlukan untuk meningkatkan minat belajar seni di kelangan peserta didik. Minimnya variasi Bahan Ajar Seni Di MAN 1 Gresik membuat peserta didik kurang tertarik mempelajari seni. Penelitian ini mengkaji penerapan seni kaligrafi kalimat thayyibah dengan teknik batik sebagai pengenalan media baru dalam berkesenian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses penerapan, hasil karya, dan respon peserta didik dalam penerapan seni kaligrafi kalimat thayyibah dengan teknik batik pada hiasan dinding. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi langsung. Subjek penelitian terdiri atas 6 peserta didik ekstrakurikuler seni MAN 1 Gresik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, hasil batik, dan angket. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data memakai metode triangulasi data.
Proses pembelajaran terdiri atas lima pertemuan, yang mencakup pengenalan batik dan kaligrafi, pembuatan desain, pemindahan pola, mencanting, pewarnaan kain, penguncian warna dan proses pelorodan kain. Hasil penelitian berjumlah 6 karya dari 6 peserta didik, 3 karya dengan nilai 89 dan satu karya dengan nilai 87 termasuk kategori baik, serta 2 karya yang mendapat nilai 95 dan 90 termasuk kategori sangat baik. Kegiatan penelitian ini mendapat respon yang positif, baik dari pihak sekolah, guru ekstrakurikuler, maupun peserta didik anggota ekstrakurikuler seni MAN 1 Gresik. Kesimpulan dari proses penerapan seni kaligrafi dengan teknik batik efektif diterapkan sebagai media pembelajaran seni, karena tidak hanya mengenalkan budaya lokal, tetapi juga tetap mempertahankan nilai-nilai keagamaan dalam Madrasah.
Kata kunci: Kaligrafi, Batik, Budaya Lokal, MAN 1 Gresik.
Learning media innovations that integrate local culture and religious values are essential to foster student interest in art. The limited variety of art teaching materials at MAN 1 Gresik discourages students from learning art. This study examines the application of the art of calligraphy of the thayyibah sentence using batik techniques as an introduction to new media in the arts.
This study aims to understand and describe the application process, the results, and student responses to the application of the art of calligraphy of the thayyibah sentence using batik techniques on wall decorations. The study employed a descriptive qualitative method with a direct study approach. The subjects consisted of six students from the art extracurricular program at MAN 1 Gresik. Data collection was conducted using observation, interviews, documentation, batik calligraphy work, and questionnaires. Data analysis utilized data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was assessed using data triangulation.
The learning process consisted of five sessions, covering an introduction to batik and calligraphy, design creation, pattern transfer, canting (canting), fabric dyeing, color locking, and the fabric rolling process. The results of the study amounted to 6 works from 6 students, 3 works with a score of 89 and one work with a score of 87 included in the good category, and 2 works that received a score of 95 and 90 included in the very good category. This research activity received a positive response, both from the school, extracurricular teachers, and students who are members of the MAN 1 Gresik art extracurricular. The conclusion from the process of applying calligraphy art with batik techniques is effective in being applied as an art learning medium, because it not only introduces local culture, but also maintains religious values in Madrasah.
Keywords: Calligraphy, Batik, Local Cukture, MAN 1 Gresik.