Distribusi Pengetahuan Seni : Strategi Tata Kelola dan Dampak Biennale Jatim 9
Art Knowledge Distribution: Governance Strategy and Impact of Biennale Jatim 9
Mukti, Dwiki Nugroho. 2023. Distribusi Pengetahuan Seni : Strategi Tata Kelola dan Dampak Biennale Jatim 9. Tesis, Program Studi Pendidikan Seni Budaya, Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Surabaya. Pembimbing: (I) Dr. Djuli Djatiprambudi, M.Sn., dan (II) Prof. Dr. Hj. Warih Handayaningrum, M.Pd.
Kata-kata Kunci: Biennale Jatim, Tata Kelola, Distribusi, Pengetahuan Seni
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi tata kelola dan dampak yang terjadi pada Biennale Jatim 9. Biennale Jatim merupakan salah satu kegiatan akbar seni rupa yang terjadi di Jawa Timur, lebih lanjut Biennale Jatim menjadi salah satu indikator untuk membaca kebaruan pencapaian estetika dan wacana seni rupa di Jawa Timur. Pada Biennale Jatim 9 tata kelola kegiatan dilakukan oleh pelaku-pelaku seni Jawa Timur yang secara signifikan merubah tata kelola Biennale Jatim. Perubahan tata kelola ini menjadi satu fenomena penting untuk dianalisis, mengingat perubahan tata kelola yang dilakukan jumlah kegiatan dan keterlibatan seniman di Jawa Timur meningkat secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tata kelola yang dilakukan dalam Biennale Jatim 9 dan dampaknya bagi ekosistem seni di Jawa Timur. Namun disisi lain perubahan tata kelola yang dilakukan dalam Biennale Jatim 9 memiliki dampak lain, karena pola penyelenggaraan yang berubah banyak pelaku seni yang kesulitan untuk beradaptasi pada format baru ini, dan format sebelumnya yang lebih menonjolkan pameran dalam ruang pamer yang steril di ubah dengan format yang lebih publik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Metode ini dipilih karena menjadi satu metode yang dapat menjelaskan mengenai satu kasus tunggal yaitu Biennale Jatim 9. Melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam dari berbagai sumber informasi yang komprehensif seperti pengamatan, wawancara, audiovisual, dan dokumen berbagai laporan
Hasil penelitian ini setelah adalah dalam Biennale Jatim 9 penyelenggara menggunakan strategi tata kelola yang berbeda dari Biennale Jatim sebelumnya, yang mana Biennale Jatim sebelumnya banyak bertumpu pada kegiatan pameran, dan lokasi penyelenggaraan terpusat di satu titik dan umumnya selalu terjadi di kota Surabaya, sedangkan dalam Biennale Jatim 9 dilakukan upaya desentralisasi dimana lokasi kegiatanya menyebar di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur. Bentuk adaptasi yang dilakukan oleh Biennale Jatim 9 adalah dengan membuat strategi tata kelola dan program yang relevan dengan bentuk desentralisasi dan inklusivitas, program yang dibuat adalah ; 1.) Sosialisasi, 2.) Kelas Panca Rembug, 3.) Simposium, 4.) Main Event , dan 5.) Enam terbitan buku Biennale Jatim dan 1 Post event katalog.
Dari semua kegiatan dan strategi tata kelola yang dilakukan oleh Biennale Jatim 9 dapat disimpulkan bahwa dampak dari strategi tata kelola Biennale Jatim 9 memunculkan nilai-nilai ; kolaboratif, kolektif, desentralisasi, koeksisten, dan diversifikasi. Biennale Jatim memberikan dampak untuk ekosistem seni di Jawa Timur, mulai dari dampak meluasnya praktik kesenian yang dapat terbaca dalam ragam kegiatan yang dilakukan seperti; pameran tunggal, pameran bersama, diskusi, performance art, pemutaran film, workshop, site specific project, dan kegiatan multiplatform, serta sebaran kegiatan yang merata di seluruh kota dan kabupaten di Jawa Timur. Kelas Panca Rembug yang dilakukan oleh Biennale Jatim juga menjadi kanal pendistribusian wacana yang efektif dan bertujuan untuk memunculkan pelaku-pelaku kesenian di bidang kurator, menjer seni, publikasi dan posisi lain yang dapat bersinergi menyehatkan ekosistem kesenian Jawa Timur.
Mukti, Dwiki Nugroho. 2023. Art Knowledge Distribution: Governance Strategy and Impact of Biennale Jatim 9. Thesis, Cultural Arts Education Study Program, Postgraduate Program, Surabaya State University. Supervisor: (I) Dr. Djuli Djatiprambudi, M.Sn., and (II) Prof. Dr. Hj Warih Handayaningrum, M.Pd.
Keywords: Jatim Biennale, Governance, Distribution, Art Knowledge
This research aims to examine the governance strategies and impacts that occur in the 9th Jatim Biennale. The Jatim Biennale is one of the grand art activities that occur in East Java, furthermore the Jatim Biennale is one of the indicators to read the novelty of aesthetic achievement and art discourse in East Java. In the 9th Jatim Biennale, the governance of the activity was carried out by East Java art practitioners who significantly changed the governance of the Jatim Biennale. This change in governance is an important phenomenon to analyze, considering that the change in governance has significantly increased the number of activities and involvement of artists in East Java. The purpose of this research is to examine the governance of the 9th Jatim Biennale and its impact on the art ecosystem in East Java. But on the other hand, the changes in governance made in the Biennale Jatim 9 had another impact, because the pattern of organization changed many artists had difficulty adapting to this new format, and the previous format that emphasized exhibitions in sterile exhibition spaces was changed to a more public format.
This research uses a qualitative approach of case study type. Through the collection of detailed and in-depth data from various comprehensive sources of information such as observations, interviews, audiovisuals, and documents of various reports, the researcher was able to analyze the case of the Jatim Biennale 9.
The result of this research is that in the 9th Jatim Biennale, the organizer uses a different governance strategy from the previous Jatim Biennale, where the previous Jatim Biennale relied heavily on exhibition activities, and the location of the implementation was centered at one point and generally always occurred in the city of Surabaya, while in the 9th Jatim Biennale, decentralization efforts were made where the location of activities spread throughout the cities and districts in East Java. The form of adaptation carried out by the 9th Jatim Biennale is by making governance strategies and programs that are relevant to the form of decentralization and inclusiveness, the programs created are; 1.) Socialization, 2.) Panca Rembug class, 3.) Symposium, 4.) Main Event, and 5.) Six publications of the Jatim Biennale book and 1 Post event catalog.
From all the activities and governance strategies carried out by the 9th Jatim Biennale, it can be concluded that the impact of the 9th Jatim Biennale governance strategy raises values; collaborative, collective, decentralization, coexistence, and diversification. The Biennale Jatim has an impact on the art ecosystem in East Java, starting from the impact of the expansion of artistic practices that can be read in the variety of activities carried out such as; solo exhibitions, joint exhibitions, discussions, performance art, film screenings, workshops, site specific projects, and multiplatform activities, as well as the distribution of activities that are evenly distributed throughout the cities and districts in East Java. The Panca Rembug class conducted by the East Java Biennale is also an effective channel for distributing discourse and aims to bring up art actors in the fields of curators, art dealers, publications and other positions that can work together to nourish the East Java art ecosystem.