Penindasan Gender dalam Film Mai (2024)
Gendered Oppression in the Film Mai (2024)
Secara historis, perempuan secara konsisten menghadapi ketidakadilan di bawah masyarakat patriarki. Penelitian ini mengeksplorasi penindasan gender yang digambarkan dalam film Vietnam berjudul Mai (2024) yang disutradarai oleh Trấn Thành. Dengan menggunakan teori Lima Wajah Penindasan dari Iris Marion Young (1990), penelitian ini menganalisis bagaimana Mai mengalami penindasan gender sebagai perempuan di masyarakat yang melanggengkan norma patriarki, dan juga sebagai seorang janda seperti yang diceritakan di dalam Mai (2024). Dalam penelitian ini hanya mengungkapkan tiga dari lima jenis penindasan yang dialami Mai, yaitu eksploitasi, marjinalisasi, dan kekerasan sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Young. Melalui pendekatan naratif visual, temuan menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami penindasan gender tidak selalu pasif dan menerima keadaan begitu saja. Melalui karakter Mai, penelitian ini membuktikan bahwa perempuan yang tertindas memiliki potensi untuk menyuarakan perlawanan seperti memulai cinta baru, memutus hubungan keluarga yang tidak sehat, dan membuka lembaran hidup baru dengan mengejar mimpinya sebagai wanita mandiri.
Historically, women have consistently faced injustice under a patriarchal society. This research explores gender oppression depicted in the Vietnamese film Mai (2024) directed by Trấn Thành. Using Iris Marion Young's Five Face of Oppression theory (1990), this study analyzes how Mai experiences gender oppression as a woman in a society that perpetuates patriarchal norms, also as a widow as told in Mai (2024). This study reveals three of the five types of oppression experienced by Mai, which is exploitation, marginalization, and violence in accordance with the oppression theory proposed by Young. Through a visual narrative approach, the findings show that women who experience gender oppression are not always passive and take things for granted. Through Mai's character, this research proves that oppressed women have the potential to voice resistance such as starting new love, breaking toxic family ties, and opening new chapter of life by pursuing her dreams as an independent woman.